Durasi Olahraga yang Ampuh Cegah Serangan Jantung Menurut Studi
Jakarta, CNBC Indonesia - Hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi serius yang memengaruhi miliaran orang di seluruh dunia. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke bahkan merupakan faktor risiko terkena demensia di kemudian hari.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu dari empat pria dan sekitar satu dari lima wanita menderita hipertensi. Namun, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Itulah sebabnya penyakit ini sering disebut sebagai silent killers atau diam-diam mematikan.
Cara mengatasi tekanan darah tinggi dengan olahraga
Lebih dari 5.100 orang dewasa direkrut untuk penelitian ini, yang melacak kesehatan mereka selama tiga dekade melalui penilaian fisik dan kuesioner tentang kebiasaan olahraga, status merokok, dan konsumsi alkohol.
Dalam setiap penilaian klinis, tekanan darah diukur tiga kali dengan selang waktu satu menit, dan untuk analisis data, peserta dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan ras dan jenis kelamin. Studi ini diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine.
Secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik merosot dari usia 18 hingga 40 tahun, dengan angka hipertensi meningkat dan aktivitas fisik menurun selama dekade-dekade berikutnya.
Menurut para peneliti, hal ini menunjukkan bahwa masa dewasa muda merupakan periode penting untuk melakukan intervensi guna mencegah hipertensi di usia paruh baya melalui program promosi kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan aktivitas fisik.
"Hampir separuh peserta kami yang berusia dewasa muda memiliki tingkat aktivitas fisik yang suboptimal, yang secara signifikan terkait dengan timbulnya hipertensi. Ini menunjukkan bahwa kita perlu meningkatkan standar minimum untuk aktivitas fisik," kata penulis utama Jason Nagata, seorang ahli kedokteran dewasa muda dari UCSF, seperti dikutip dari Science Alert.
Ketika para peneliti mengamati orang-orang yang melakukan olahraga sedang selama 5 jam seminggu pada awal masa dewasa, mereka menemukan bahwa tingkat aktivitas ini menurunkan risiko hipertensi secara signifikan, terutama jika orang tersebut mempertahankan kebiasaan olahraganya hingga usia 60 tahun.
(hsy/hsy)