7 Tanda Seseorang Sudah Meninggalkan Status Rakyat Kelas Menengah
Jakarta, CNBC Indonesia - Peralihan dari kelas menengah ke kelas atas tidak terjadi dalam semalam sebab juga bergantung dengan lokasi dan gaya hidup. Namun, menurut para pakar keuangan, ada sejumlah tanda yang bisa menunjukkan seseorang berada di jalur yang tepat untuk naik kelas ekonomi pada 2026.
Mengutip laporan GOBankingRates, sejumlah ahli keuangan merangkum tujuh indikator utama yang menandakan seseorang mulai meninggalkan kelas menengah dan mendekati kelas atas.
1. Bisa hidup dari hasil investasi
Salah satu pembeda utama antara kelas menengah dan kelas atas adalah sumber pendapatan. Profesor keuangan dari Creighton University, Robert R. Johnson, menilai orang yang benar-benar kaya menghasilkan uang bahkan saat tidak bekerja. Artinya, sebagian besar pendapatan berasal dari modal yang diinvestasikan, bukan semata dari kerja aktif.
Pakar keuangan dari Quote.com, Melanie Musson, menambahkan ketika pendapatan pasif sudah melampaui gaji bulanan, seseorang telah memasuki level kekayaan berikutnya.
"Jika Anda bisa menghasilkan uang tanpa menghabiskan waktu Anda, Anda telah mencapai tingkat kekayaan berikutnya," kata Musson.
2. Tidak bergantung pada satu sumber penghasilan
Musson menilai memiliki banyak sumber pendapatan adalah kunci naik kelas ekonomi. Jika berbagai sumber pemasukan mulai lebih besar dibandingkan pekerjaan utama, peluang masuk kelas atas semakin terbuka.
Ketergantungan pada satu pekerjaan membuat seseorang rentan dan membatasi kemampuan menabung serta berinvestasi.
3. Nilai investasi tumbuh signifikan
Johnson menyebut investasi di pasar saham sebagai cara paling efektif membangun kekayaan jangka panjang. Efek bunga majemuk menjadi kunci, terutama bagi mereka yang mulai berinvestasi sejak dini.
Fokus pada investasi dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar menabung, yang umum dilakukan kelas menengah.
4. Bebas utang dan agresif berinvestasi
Menurut Musson, orang yang telah melunasi utang, memiliki pendapatan tinggi, dan mengalokasikan porsi besar penghasilannya ke investasi berpeluang besar masuk kelas atas. Bebas utang membuat arus kas lebih longgar dan perencanaan masa depan menjadi prioritas.
5. Tidak terjebak inflasi gaya hidup
Pakar keuangan Frank Grimes menilai tanda jelas keluar dari kelas menengah terlihat ketika kenaikan pendapatan tidak diikuti lonjakan gaya hidup. Orang yang tetap disiplin dan menggunakan tambahan pendapatan untuk investasi, bukan konsumsi berlebihan, menunjukkan pola pikir membangun kekayaan jangka panjang.
"Indikator yang sangat jelas bahwa seseorang keluar dari kelas menengah adalah ketika kualitas hidup mereka tidak terus tumbuh secepat pendapatan mereka," ujarnya.
6. Memiliki sistem keuangan yang matang
Pendiri TomoCredit, Kristy Kim, menekankan pentingnya sistem keuangan yang konsisten. Menurutnya, disiplin, diversifikasi, dan pertumbuhan yang terukur menjadi ciri orang yang siap naik ke "kelas pajak" berikutnya. Sistem keuangan yang rapi dinilai lebih penting daripada sekadar harapan atau rencana tanpa eksekusi.
7. Berpikir jangka panjang
Kim juga menyoroti pola pikir jangka panjang sebagai pembeda utama. Mereka yang berhasil naik kelas ekonomi memandang keuangan dalam hitungan dekade, bukan harian. Kebiasaan finansial yang sehat memang tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi dampaknya signifikan dalam 10 tahun ke depan.
Batas kelas menengah dan kelas atas
Riset dari SmartAsset menunjukkan pendapatan kelas menengah di kota-kota besar AS berkisar US$49.478 hingga US$148.449 per tahun, dengan median pendapatan rumah tangga sekitar US$74.225. Angka ini mengacu pada definisi kelas menengah dari Pew Research Center, yakni dua pertiga hingga dua kali median pendapatan rumah tangga.
Sementara itu, definisi kelas atas masih relatif. Survei GOBankingRates menemukan persepsi penghasilan kelas atas berbeda antar generasi. Sebagian Gen Z menilai pendapatan US$75.001-US$200.000 sudah tergolong kelas atas, sementara kelompok usia 65 tahun ke atas menilai rentang US$100.001-US$250.000 sebagai batasnya.
Meski ukurannya bervariasi, para pakar sepakat bahwa kombinasi investasi, disiplin finansial, dan visi jangka panjang menjadi fondasi utama untuk keluar dari kelas menengah dan membangun kekayaan berkelanjutan.
(miq/miq)