Kebiasaan Ngopi yang Bikin Mikroplastik Masuk ke Tubuh Tanpa Disadari
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan membeli kopi takeaway di pagi hari ternyata menyimpan risiko kesehatan yang jarang disadari. Penelitian terbaru menemukan gelas kopi sekali pakai, terutama yang berbahan plastik atau berlapis plastik, dapat melepaskan ribuan hingga jutaan partikel mikroplastik langsung ke dalam minuman panas.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal "Journal of Hazardous Materials: Plastics" menunjukkan, suhu panas menjadi pemicu utama pelepasan mikroplastik. Adapun jenis material gelas memegang peran penting dalam seberapa besar partikel itu masuk ke dalam minuman.
"Pesannya jelas, panas adalah faktor utama pelepasan mikroplastik, dan bahan gelas jauh lebih berpengaruh dari yang kita kira," tulis peneliti dalam laporannya dikutip dari The Conversation, Rabu (21/1/2026).
Sebagai gambaran, di Australia saja, konsumsi gelas minuman panas sekali pakai mencapai 1,45 miliar per tahun, ditambah 890 juta tutup plastik. Secara global, jumlahnya membengkak hingga sekitar 500 miliar gelas per tahun.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis 30 studi ilmiah dan melakukan pengujian langsung terhadap 400 gelas kopi di Brisbane. Mereka menguji dua jenis utama, yaitu gelas plastik murni berbahan polyethylene dan gelas kertas dengan lapisan plastik tipis di bagian dalam.
Pengujian dilakukan pada suhu 5°C (minuman dingin) dan 60°C (kopi panas) dan hasilnya pun mencolok. Semakin panas suhu minuman, semakin banyak mikroplastik yang terlepas.
Pada gelas plastik murni, perpindahan dari minuman dingin ke panas meningkatkan pelepasan mikroplastik sekitar 33%. Jika seseorang minum 300 ml kopi panas per hari dari gelas plastik jenis ini, ia berpotensi menelan hingga 363.000 partikel mikroplastik per tahun.
Apa Itu Mikroplastik dan Mengapa Berbahaya?
Mikroplastik adalah potongan plastik sangat kecil berukuran antara 1 mikrometer hingga 5 milimeter, kira-kira dari debu halus sampai biji wijen. Partikel ini berasal dari pecahan plastik yang lebih besar atau langsung dilepaskan dari produk sehari-hari.
Mikroplastik kini telah ditemukan di lingkungan, makanan, air, bahkan tubuh manusia. Namun, ilmuwan masih meneliti dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan karena sangat sulit mengukur secara presisi partikel sekecil ini di jaringan tubuh.
Kenapa Panas Memperparah Pelepasan Mikroplastik?
Dengan teknologi pencitraan resolusi tinggi, peneliti menemukan, bagian dalam gelas plastik murni memiliki permukaan jauh lebih kasar, penuh lekukan mikro yang memudahkan partikel terlepas. Panas mempercepat proses ini karena membuat plastik melunak, mengembang, lalu menyusut, menciptakan lebih banyak fragmen yang larut ke dalam minuman.
Meski tidak harus menghentikan kebiasaan ngopi, ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik:
- Gunakan tumbler reusable berbahan stainless steel, keramik, atau kaca
- Jika terpaksa pakai sekali pakai, pilih gelas kertas berlapis plastik daripada plastik murni
- Hindari menuangkan cairan terlalu panas ke dalam wadah plastik
- Minta barista menyajikan kopi sedikit lebih hangat, bukan mendidih.
(hsy/hsy)