Waspada! Ini Penyakit yang Kasusnya Diprediksi Naik Tinggi 2026

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
12 January 2026 16:05
Ilustrasi Malaria. (AP Photo)
Foto: Ilustrasi. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pakar kesehatan global menyebut 2026 sebagai tahun penuh ujian. Pemangkasan besar-besaran bantuan kemanusiaan dan pembangunan yang dilakukan Amerika Serikat pada era pemerintahan Donald Trump tahun lalu menjadi pemicu perubahan lanskap kesehatan global.

Sejumlah negara kemudian mengikuti langkah tersebut dengan mengurangi komitmen pendanaan untuk program kesehatan internasional. Direktur Kantor Eropa Gates Foundation, Anja Langenbucher memperingatkan, jeda pendanaan ini berpotensi menghambat kemajuan kesehatan global hingga melewati 2026.

"Penghentian sementara pendanaan baru-baru ini untuk inisiatif kesehatan global menciptakan hambatan bagi kemajuan, dengan efek yang dapat berlanjut hingga tahun 2026 jika ketidakpastian terus berlanjut," kata Anja, dikutip dari Euro News, Senin (12/1/2026).

"Ini terjadi pada saat angka kematian anak kembali meningkat untuk pertama kalinya di abad ini," imbuhnya.

Meski demikian, Langenbucher optimistis kemajuan AI dalam layanan kesehatan, vaksin generasi baru, serta pertanian adaptif iklim yang meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, tahun 2026 bisa menjadi tahun di mana kemungkinan-kemungkinan yang jauh di bidang kesehatan menjadi solusi yang realistis.

Penyakit yang kasusnya diprediksi naik tinggi

Sementara itu, Global Fund menyoroti malaria sebagai tantangan besar 2026. Ini terutama akibat melambatnya upaya pengendalian dan meningkatnya resistensi obat.

"Secara keseluruhan, tahun mendatang akan ditandai dengan pilihan-pilihan sulit, tetapi juga dengan peluang untuk memfokuskan kembali kesehatan global pada dampak, integrasi, dan kepemimpinan negara dengan ukuran utama adalah apakah kita dapat melindungi kelompok yang paling rentan dari penyakit yang sepenuhnya dapat dicegah," kata seorang juru bicara dari Global Fund.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat kekurangan perawat, dokter layanan primer, dan tenaga spesialis terjadi di hampir semua negara maju. Kondisi ini diperburuk oleh populasi yang menua dan tekanan kesehatan mental tenaga medis.

"Kita dapat memperkirakan kendala tenaga kerja akan tetap menjadi pusat perdebatan kebijakan kesehatan pada tahun 2026," kata Katherine de Bienassis, analis kebijakan kesehatan di OECD.

Perubahan Iklim dan Ancaman Baru

Perubahan iklim juga memperparah risiko kesehatan, mulai dari penyebaran penyakit akibat nyamuk, meningkatnya polusi, hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Aliansi Kesehatan dan Lingkungan Eropa menegaskan, kebijakan iklim harus menjadi bagian inti dari kebijakan kesehatan.

"Ilmu pengetahuan menunjukkan tidak ada tanda-tanda bahwa krisis [iklim] ini melambat, sementara perhatian kebijakan Uni Eropa tetap terfokus di tempat lain," kata Génon K. Jensen, direktur di Health and Environment Alliance.

Ia mengatakan, para pembuat kebijakan harus memanfaatkan kesempatan untuk mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan mencegah penyakit dengan memprioritaskan kebijakan lingkungan dan iklim.

"Kesehatan masyarakat harus menjadi pusat dari proposal ketahanan iklim tahun ini, dengan solusi berbasis alam sebagai landasan adaptasi iklim," kata Jensen.

Di sektor farmasi, ketegangan geopolitik dan perang dagang diperkirakan akan terus mempengaruhi pasar global sepanjang 2026. Ancaman tarif dari Amerika Serikat menjadi peringatan bagi Eropa untuk memperlakukan industri farmasi sebagai sektor strategis ekonomi dan inovasi.

Selain itu, sejumlah isu baru diprediksi naik ke permukaan agenda global, termasuk kesenjangan kesehatan gender, lonjakan infeksi menular seksual, serta resistensi antibiotik yang kian mengkhawatirkan.

Para ahli menekankan 2026 akan menjadi tahun penentuan. Apakah dunia mampu memutus siklus "panik dan abai" dalam kesehatan global, atau kembali gagal melindungi kelompok paling rentan dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

 

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iuran BPJS Kesehatan Naik Bertahap Mulai 2026, Berapa Besarannya?


Most Popular
Features