Ayah-Bunda, Waspada Penyebab Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit Jantung Bawaan atau PJB merupakan kondisi kelainan struktur jantung yang terjadi sejak bayi dilahirkan. Kelainan ini terjadi sejak proses pembentukan jantung selama kehamilan atau sebelum bayi dilahirkan.
Spesialis Anak Subspesialis Kardiologi, dr. Shirley F. Lasmono, M.Ked.Klin., Sp.A., Subsp. Kardio. (K) dari Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) mengatakan penyakit gangguan jantung anak bisa terjadi akibat kelainan genetik atau perkembangan janin yang tidak sempurna.
"Jadi PJB bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti mulai adanya kelainan genetik pada bayi tersebut. Atau ibu dari bayi tersebut menderita penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan di proses organogenesis, konsumsi obat-obatan, atau minuman keras sampai ibu perokok pasif atau aktif," kata dr. Shirley dalam Podcast akun Youtube Mayapada Hospital, Jumat (2/1/2026).
Ternyata tidak semua kelainan jantung bawaan bisa terlihat sejak bayi lahir. Beberapa tampak sehat karena tubuhnya mengkompensasi kelainan jantung. Meski demikian gejala seperti mudah lelah, sesak napas saat aktivitas dan susah minum susu orang tua wajib mencurigai adanya kelainan jantung bawaan.
"Anaknya biru disertai sesak, mudah ngos-ngosan, minum susu tidak bisa banyak dan punya riwayat prematur. Hal itu perlu dicurigai apakah anak tersebut punya penyakit jantung bawaan atau tidak," ungkapnya.
Sementara itu, tidak semua penyakit jantung memiliki gejala yang spesifik. Namun ada beberapa tanda khas yang bisa dicurigai seperti warna kebiruan, bibir atau kuku yang kehitaman, kelelahan dan kesulitan bernapas, terutama ketika disusui, berat badan rendah, pertumbuhan melambat, pembengkakan di tungkai, perut, atau area sekitar mata.
Beberapa efek keterlambatan diagnosis pada kelainan jantungnya ringan dan tidak bergejala mungkin tidak ada efek apapun tapi saat tua baru terasa. Namun, jika kelainan ada lubang pada jantung yang cukup besar maka bisa menurunkan metabolisme pada tubuh.
Shirley menekankan pentingnya deteksi dini kelainan jantung bawaan agar penanganan dapat dilakukan sejak awal. Skrining jantung bisa dilakukan melalui pemeriksaan ekokardiografi seperti USG bila anak mengalami kelahiran prematur.
"Skirining bisa dilakukan setelah anak lahir 24 jam atau 3 bulan tergantung dari gejala bayi tersebut," paparnya.
[Gambas:Video CNBC]