Waspada Gas Air Mata, Bisa Sebabkan Kebutaan Hingga Kematian

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 29/08/2025 17:40 WIB
Foto: Aksi unjuk rasa berakhir ricuh di depan kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gas air mata umum digunakan aparat untuk membubarkan massa saat ada aksi demonstrasi. Perlu diketahui, terlepas dari namanya, gas air mata bukanlah gas, tetapi bubuk bertekanan yang menciptakan kabut saat digunakan.

Melansir Medical News Today, gas air mata awalnya dikembangkan sebagai senjata kimia untuk penggunaan militer. Senjata kimia ini sekarang dilarang dalam peperangan. Namun, gas air mata umumnya digunakan oleh polisi atau personel militer untuk membubarkan kerumunan, atau dalam protes untuk menghentikan pergerakan orang.

Efek Jangka Panjang dan Risiko Kematian


Paparan gas air mata di dalam ruangan, atau dalam jumlah besar, dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius. Dampaknya meliputi, glaukoma, kebutaan, luka bakar kimia dan gagal napas.

Sebuah studi tahun 2017 yang dikumpulkan selama 25 tahun mengamati efek gas air mata pada tubuh. Bahan kimia dan tabung yang digunakan untuk melepaskannya telah menyebabkan cedera parah, cacat permanen, dan kematian.

Tercatat dua kematian dari 5.910 orang dalam studi ini. Pada kasus pertama, pelepasan gas air mata di rumah seseorang menyebabkan kematian akibat gagal napas. Kematian kedua melibatkan benturan tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala fatal.

Dalam studi ini, 58 orang melaporkan cacat permanen setelah terpapar gas air mata. Kecacatan ini meliputi masalah pernapasan, dampak kesehatan mental, kebutaan, cedera otak, kehilangan fungsi anggota tubuh, amputasi anggota tubuh dan kondisi kulit.

Faktor Risiko Tambahan

Orang dengan kondisi pernapasan berisiko lebih tinggi mengalami gejala serius setelah terpapar gas air mata. Kondisi ini meliputi asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Ada juga risiko yang dapat menyebabkan seseorang berhenti bernapas.

Risiko cedera akibat gas air mata lebih besar di dalam ruangan daripada di luar ruangan. Gas air mata yang terperangkap di dalam ruangan dapat meningkatkan paparan seseorang terhadap bahan kimia ini.

Penanganan Gas Air Mata

Pertama-tama, Anda harus segera meninggalkan gedung jika berada di dalam ruangan, menghirup udara segar, dan mencoba mencari tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari bahan kimia.

Jika sudah terpapar gas air mata, Anda harus segera melepas pakaian yang terkontaminasi, tanpa menariknya ke atas kepala.

Cuci muka dan tubuh dengan sabun lembut dan air untuk menghilangkan bahan kimia. Anda juga dapat menggunakan banyak air untuk mengencerkan zat gas air mata dengan cepat. Cuci kacamata atau perhiasan sebelum memakainya lagi.

Jika mata terasa perih atau berair, bilas dengan air bersih selama 10-15 menit. Lensa kontak juga harus dilepas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan semua jejak bahan kimia guna mencegah kerusakan mata lebih lanjut.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Preventive Care Jadi Arah Baru Bisnis Layanan Kesehatan