Keren! Sampai Dipuji FIFA, Ini 3 Aksi Jepang di Piala Dunia

Lifestyle - Rindi Salsabilla, CNBC Indonesia
07 December 2022 13:45
Fans Jepang mengumpulkan sampah setelah pertandingan sepak bola grup E Piala Dunia antara Jepang dan Spanyol di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Kamis (1/12/2022). Jepang berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 usai mengalahkan Spanyol 2-1 di laga terakhir Grup E. Samurai Biru lolos sebagai juara grup, sedangkan La Furia Roja sebagai runner-up. (AP Photo/Themba Hadebe) (AP Photo/Themba Hadebe) Foto: Aksi suporter Jepang mengumpulkan sampah setelah pertandingan grup E Piala Dunia antara Jepang dan Spanyol di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Kamis (1/12/2022). (AP Photo/Themba Hadebe) (AP Photo/Themba Hadebe)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu tim nasional perwakilan Asia, Jepang, terpaksa harus mengakhiri perjalanannya di FIFA World Cup 2022 (Piala Dunia 2022) usai kalah melawan Kroasia melalui babak adu penalti pada babak 16 besar, Senin (5/12/2022).



Kekalahan dramatis tersebut memang menyakitkan bagi Tim Samurai Biru. Sebab, mereka tampil ciamik dengan berhasil menahan skor imbang 1-1 selama 120 menit atau sampai babak tambahan berakhir.

Apalagi, mereka sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Daizen Maeda pada menit ke-55. Namun, anak asuhan Hajime Moriyasu harus ikhlas menghentikan perjuangannya di Qatar usai gagal mengeksekusi tiga dari empat kesempatan penalti yang diberikan wasit. Sementara Kroasia berhasil mencetak tiga dari empat kali percobaan.

"Para pemain benar-benar melakukan yang terbaik. Kami tidak bisa menembus babak perempat final, tetapi saya pikir para pemain menunjukkan kepada kita semua era baru," ujar Moriyasu dilansir dari GOAL.

Meskipun demikian, Jepang menuai banyak pujian dari dunia. Selain karena perjuangan Maya Yoshida dkk. di lapangan, suporter Jepang pun juga menjadi alasan mengapa dunia salut kepada Negara Matahari Terbit tersebut.

Apa saja yang menjadi pujian dari dunia kepada Jepang? Berikut rangkuman CNBC Indonesia.

a. Suporter Jepang Bersih-bersih Stadion

Masyarakat Jepang memang terkenal dengan kedisiplinan dan kebersihannya. Hal tersebut terbukti dari aksi para suporter Jepang yang tertib dalam menjaga kebersihan hingga pertandingan berakhir.

Sejak matchday pertama babak penyisihan Grup E melawan Jerman hingga pertandingan terakhirnya di Piala Dunia 2022 melawan Kroasia, suporter timnas Jepang terlihat tetap konsisten untuk membersihkan sampah yang mereka hasilkan selama pertandingan berlangsung.

Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, para suporter Tim Samurai Biru ini mengumpulkan sampah dengan kantong plastik berwarna biru yang dibawa masing-masing. Tidak hanya dari penggemar sepak bola di seluruh dunia, aksi ini pun juga menuai pujian dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

"Dalam kemenangan atau kekalahan, selalu ada rasa hormat. Terima kasih telah membantu #SaveThePlanet, penggemar Jepang!" puji FIFA melalui akun Twitter resminya.

b. Timnas Jepang Merapikan Baju di Ruang Ganti

Tidak hanya suporternya, para pemain Timnas Jepang pun juga mencerminkan perilaku baik selama berjuang di ajang sepak bola dunia bergengsi empat tahunan ini. Usai meraih kemenangan fantastis atas Jerman dengan skor 2-1 pada laga penyisihan Grup E, pemain timnas Jepang beserta ofisial bergotong royong membersihkan ruang ganti pemain.

Dalam foto yang viral di media sosial, terlihat pakaian yang bekas digunakan para pemain telah terlipat rapi. Tidak hanya itu, makanan dan minuman yang tersisa pun juga disusun dengan rapi. Kondisi ruang ganti pemain Jepang benar-benar terlihat rapi dan bersih.

Selain meninggalkan ruangan dengan rapi, timnas Jepang juga membuat sebelas origami berbentuk burung bangau. Dalam kepercayaan tradisional Jepang, burung bangau adalah simbol harapan panjang umur dan keberuntungan dalam hidup.

Di dekat origami tersebut, terdapat tulisan huruf Jepang dengan bacaan 'Arigatou' dan tulisan Arab 'Syukron'. Kedua kosakata tersebut diartikan sebagai 'Terima Kasih' dalam Bahasa Indonesia.

"Setelah kemenangan historis melawan Jerman di #FIFAWorldCup pada matchday 4, suporter Jepang membersihkan sampah mereka di stadium. Sementara itu, @jfa_samuraiblue (akun resmi Timnas Jepang) meninggalkan ruang ganti mereka di Stadium Internasional Khalifa seperti in. Bersih. Terima kasih banyak!" puji FIFA melalui akun Twitter resminya.

"Mereka juga meninggalkan ini," lanjut FIFA sambil mengunggah foto origami burung bangau dari Timnas Jepang.

c. Seikerei, Ungkapan Terima Kasih dan Maaf dari Moriyasu

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu menjadi salah satu sosok paling tegar dalam menerima kekalahan atas tim asuhannya. Di tengah momen isak tangis tersebut, Moriyasu berjalan ke depan tribun pendukung jepang dan kemudian membungkuk.

Dalam kebudayaan Jepang, gerakan membungkuk yang dilakukan Moriyasu disebut Seikerei atau membungkuk dengan sudut 90 derajat. Seikerei adalah ungkapan dari seseorang untuk memohon maaf dan mengungkapkan rasa terima kasih.

Diketahui, Seikerei adalah cara membungkuk paling dalam bila dibandingkan Keirei (30 derajat) dan Eshaku (15 derajat).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Qatar Gak Kenal Resesi, Segini Harga Paket Nonton Piala Dunia


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading