Menkes BGS Beberkan Jurus Atasi Krisis Vaksin Covid di Daerah

Lifestyle - Rindi Salsabilla, CNBC Indonesia
08 November 2022 18:05
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi keterangan pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Aula Chakti Budhi Bhakti (CBB), Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan solusi Kementerian Kesehatan dalam mengatasi kelangkaan vaksin Covid-19 di sejumlah daerah. Respons ini juga mengacu sebagai antisipasi puncak penambahan kasus Covid-19 di Indonesia yang diperkirakan terjadi dalam 1,5 bulan ke depan.

"Kita mendatangkan lagi vaksin hibah donasi dari luar negeri, yaitu sebanyak 5 juta dosis Pfizer dan sudah didistribusikan pada akhir minggu ketiga ke seluruh daerah," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (8/11/2022).



BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, mengeklaim bahwa saat ini seluruh daerah di Indonesia telah memiliki persediaan vaksin Covid-19 yang cukup. Ia mengatakan, total persediaan vaksin secara nasional saat ini adalah 6 juta dosis.

"Dengan adanya stok sekitar enam juta tadi, kira-kira stok vaksin yang ada bisa bertahan untuk 90 sampai 100 hari atau sekitar tiga bulan ke depan, sesuai dengan laju vaksinasi November ini," papar BGS.

Dia menyebutkan, Kemenkes telah mendistribusikan 2,5 juta dari 5 juta vaksin Pfizer yang tiba di Indonesia. Sedangkan, 2,5 juta dosis lainnya disimpan sebagai cadangan persediaan di pusat. Hal tersebut merupakan antisipasi dari pemborosan vaksin.

"Karena berdasarkan pengalaman, kalau (seluruh persediaan) dibagi ke daerah, nanti ada daerah yang tidak bisa menghabiskan atau ada vaksin yang expired. Kita mau putar (persediaannya) susah sekali," ujar BGS.

"Akhirnya kebijakannya, kita pegang 2,5 juta (dosis vaksin) di pusat sehingga kalau nanti ada daerah yang alokasi vaksinasinya cepat, bisa kita kirimkan segera dari pusat," lanjutnya.

Sebelumnya, BGS mengaku bahwa pada pertengahan 2022 ini, banyak persediaan vaksin yang kedaluwarsa. Selain itu, pemerintah sempat memberhentikan permintaan donasi vaksin dari COVAX karena ingin berfokus pada penggunaan vaksin dalam negeri.

Namun, akibat terjadi kemunduran dalam persiapan vaksin dalam negeri, Kemenkes memutuskan untuk kembali mendatangkan vaksin donasi hibah alias gratis dari luar negeri. Harapannya, pada November ini vaksin dalam negeri dapat digunakan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menkes Curhat, Jadi Bankir Banyak Duit Tapi Gak Happy


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading