WHO: Waspada Gelombang Covid yang Lebih Ganas di Masa Depan

Lifestyle - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
17 September 2022 17:30
People line up for a free COVID-19 rapid test at a gas station in the Reseda section of Los Angeles on Sunday, Dec. 26, 2021, as California braces for a post-holiday virus surge. (AP Photo/Richard Vogel) Foto: AP/Richard Vogel

Jakarta, CNBC Indonesia - Meski mulai terbiasa hidup dengan berdampingan dengan Covid-19, banyak orang yang tetap berharap virus tersebut enyah dari muka bumi. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kabar terbaru terkait pandemi Covid-19.

Badan tersebut mengatakan dunia perlahan kembali pulih dan keadaan saat ini berada dalam posisi terbaik dalam menangani penularan Virus Corona.

Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa akhir pandemi sudah terlihat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Covid-19 belum selesai.


"Kami belum sampai di sana. Tapi akhir sudah di depan mata. Dunia perlu melangkah untuk kesempatan ini," ujarnya dalam pernyataannya, dikutip The Straits Times, Sabtu (17/9/2022).

Namun demikian, ia tetap mengimbau agar dunia dapat terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan tetap waspada. Ia bahkan mengibaratkan posisi dunia melawan Covid-19 saat ini mirip seperti pelari maraton yang sedang mendekati garis akhir.

"Seorang pelari maraton tidak berhenti ketika garis finis terlihat. Dia berlari lebih kuat, dengan semua energi yang tersisa. Kita juga harus. Kita bisa melihat garis finis. Kita berada di posisi menang. Tapi sekarang adalah waktu terburuk untuk berhenti berlari," paparnya.

"Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, kita menghadapi risiko lebih banyak varian, lebih banyak kematian, lebih banyak gangguan, dan lebih banyak ketidakpastian," imbuhnya.

Pernyataan ini adalah penilaian paling optimistis dari badan PBB itu sejak mengumumkan keadaan darurat internasional pada Januari 2020. Tiga bulan setelah itu, WHO kemudian mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi.

Virus yang muncul di China pada akhir 2019, telah menewaskan hampir 6,5 juta jiwa dan menginfeksi 606 juta orang. Virus ini juga telah mengguncang ekonomi global dan membanjiri sistem perawatan kesehatan.

Peluncuran vaksin dan terapi telah membantu membendung kematian dan rawat inap. WHO melaporkan kematian akibat Covid-19 pekan lalu adalah yang terendah sejak Maret 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dua Tahun Jadi Misteri, Ini Asal Usul Covid yang Sebenarnya?


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading