Ahli: Omicron Punya Gejala Baru yang Muncul di Malam Hari

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
02 September 2022 17:45
Infografis/Jangan Abai, Ini 3 Gejala Utama Terinfeksi Varian Omicron/Aristya Rahadian Foto: Gejala Omicron /Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalau Anda tiba-tiba sering berkeringat saat tidur di malam hari, jangan diabaikan. Sebab, keringat malam hari dilaporkan sebagai salah satu gejala yang dialami pasien COVID-19 jenis Omicron. 

Data dari sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 1 dari 10 pasien Omicron mengalami keringat malam hari yang berlebihan. 

Hot flushes, atau keringat malam, lebih sering dikaitkan dengan menopause, namun kondisi tersebut kini berkaitan dengan kasus infeksi Covid. Peneliti di ZOE Covid menemukan ada sekitar 11 persen pasien yang mengalami keringat malam. 

Secara umum, gejala keringat malam masih jarang terjadi, jika dibandingkan dengan gejala khas Omicron lain, seperti sakit tenggorokan, yang dialami 56 persen dari mereka yang terinfeksi, sakit kepala (48 persen) dan batuk tanpa dahak (43 persen).

Meski demikian, gejala ini sulit dikenali para pengidap Covid-19 karena banyak orang yang merasakan berkeringat di malam hari. Perbedaan yang mendasar adalah, pada pasien Covid, keringat pada malam hari sangat banyak sampai membuat pakaian dan tempat tidur menjadi basah.

Gejala keringat berlebih pada malam hari bisa dirasakan pada anak-anak ataupun orang dewasa, bahkan saat suhu ruangan dalam kondisi normal.

Profesor di bidang biokimia, Luke O'Neill mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi karena virus Corona "bertabrakan" dengan sistem kekebalan tubuh yang tengah bekerja. Oleh karena itu, ia tetap menyarankan masyarakat segera mendapatkan vaksin untuk mendapatkan perlindungan maksimal.

Artikel Selanjutnya

Waspada! Mata Kering Bisa Jadi Pertanda Gejala Covid


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading