6 Alasan Wanita Lebih Sulit untuk Menurunkan Berat Badan

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
19 August 2022 12:20
Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash) Foto: Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keluhan sulit menurunkan berat badan seringkali dilontarkan kaum perempuan. Faktanya, tubuh laki-laki dan perempuan bekerja dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat wanita cenderung lebih susah menurunkan berat badan. 

Berikut adalah 6 alasan mengapa wanita lebih susah menurunkan berat badan:

1. Metabolisme

Secara alami, wanita cenderung memiliki tingkat metabolisme yang lebih rendah daripada pria. Ini berarti tubuh wanita menggunakan lebih sedikit kalori (satuan energi) untuk memicu fungsi tubuh agar berfungsi normal, seperti bernapas, berpikir, dan mengalirkan Anda. Lalu, kalori yang tersisa disimpan menjadi lemak.

Kondisi ini membuat lapisan lemak wanita menjadi lebih tebal dibandingkan pria. Inilah fakta pertama yang menjadi jawaban mengapa wanita lebih susah turun berat badan dibandingkan pria.

2. Siklus haid setiap bulan

Peningkatan hormon progesteron menjelang haid ternyata mampu memengaruhi nafsu makan seorang wanita. Karena itulah, tidak heran saat pre menstrual syndrome atau PMS terjadi, beberapa wanita cenderung mengalami peningkatan nafsu makan. Makanan yang ingin dikonsumsi pun umumnya bernilai kalori tinggi. Misalnya saja cokelat, es krim, atau keripik.

3. PCOS

Sekitar 5 sampai 10 persen wanita memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ini adalah kondisi yang ditandai dengan ketidakseimbangan hormon yang membuat penurunan berat badan lebih sulit dan menyebabkan ketidakteraturan menstruasi.

4. Menopause

Menopause (berhenti haid) akan membuat tingkat hormon mengalami penurunan drastis. Selama menopause banyak wanita yang mengalami nafsu makan meningkat.

Menopause juga memperlambat metabolisme yang mengakibatkan lemak sulit terbakar yang mengakibatkan kenaikan berat badan. Ditambah lagi pada masa-masa menopause perempuan kebanyakan makin kurang berolahraga.

5. Sindrom Cushing atau gangguan kortisol yang terlalu tinggi

Sindrom Cushing adalah kondisi ketika terjadi produksi berlebihan dari hormon kortisol yang menyebabkan akumulasi lemak di wajah, perut dan pundak. Tapi untuk daerah tangan dan kaki biasanya tetap langsing. Situasi yang abnormal dengan tingkat kortisol yang tinggi inilah yang bertanggungjawab terhadap kenaikan berat badan di wilayah perut.

Sindrom ini juga membuat otot lemah, kulit tipis, luka susah sembuh, mudah memar, tekanan darah tinggi, kadar glukosa yang tidak bisa ditoleransi, stretch mark ungu pada perut, ketidakteraturan menstruasi, rambut rontok.

6. Pil KB

Perempuan yang sedang terapi hormon pengganti seperti konsumsi pil KB kadang mengalami nafsu makan meningkat. Selain itu, obat-obat steroid, anti peradangan, anti depresan dan obat diabetes juga menjadi pemicu kenaikan berat badan wanita yang kadang tidak dapat dijelaskan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

7 Cara Ampuh Turunkan Berat Badan Tanpa Susah Payah, Cobain!


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading