Gaya Parenting Sri Mulyani: Jangan Rusak Percaya Diri Anak

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
09 August 2022 15:25
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Acara Penandatanganan Perjanjian oleh Indonesia Investment Authority (INA) Tahun 2022, 14 April 2022. (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Lukas - BPMI Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan salah satu menteri terbaik di Indonesia. Ia sosok wanita hebat yang memiliki karier cemerlang.

Selain sibuk menjabat sebagai menteri, ternyata Sri Mulyani tidak lupa perannya sebagai ibu. Ia mengungkapkan rahasianya dalam mendidik anaknya agar memiliki pribadi yang baik.


"Pertama kalau mengikuti garis orang tua saya mereka memang pendidik ya. Di dalam mendidik anak penting pada awal saat masih kecil enggak boleh kita merusak rasa percaya diri anak. The most important mencairkan suasana aman sehingga anak bisa menjadi dirinya sendiri," kata Sri Mulyani dalam Podkabs di kanal Youtube Sekretariat Kabinet RI yang dikutip, Selasa (9/8/2022).

Sri Mulyani meyakini bahwa anak yang hancur di awal akan sulit berkembang. Pola pengasuhan yang diterapkan tidak membiarkan anaknya merasa sedih, kecewa, marah, atau mengalami kegagalan.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengajarkan anak mengenali dan mengelola emosi agar rasa empati dalam dirinya dapat terbentuk. Menurut dia, rasa empati membuat anak dapat menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami emosi dari perasaan orang tersebut.

"Sebab value itu (empati) ada ditanamkan sehari-hari. Jadi saya mendidik anak dan juga cucu saya sekarang membuat mereka menjadi diri mereka sendiri dan lebih memiliki empati," kata Sri Mulyani.

"Untuk relate sama orang lain punya sikap empati. Jadi empati harus setiap hari dilatih kalau di rumah di antara anak itu hubungannya kompetisi atau sharing. Tidak mengajarkan mencuri, respect others people itu saya rasa penting," tambahnya.

Kendati dibesarkan dengan kultur Jawa yang penuh aturan atau kesantunan, Sri mengaku mencoba membuat aturan pola asuh yang nyaman namun tetap mengedepankan nilai kesopanan.

"Kalau dulu, karena saya dalam keluarga Jawa jadi sopan santun Jawa dijalankan. Semua diatur, ketawa dan duduk tidak boleh sembarang. Kalau sekarang mungkin lebih rileks tapi value intinya tetap sama yakni harus punya kepekaan terhadap nilai yang proper dan bisa membawa diri," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bunda Mau Anak Bayi Cerdas? Lakukan 3 Langkah Ini!


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading