Potret Vlogger Cilik yang Diduga Jadi Alat Propaganda Korut

Lifestyle - hsy, CNBC Indonesia
27 July 2022 15:05
Munsu Water Park (Tangkapan layar youtube Sary Voline [송아 SongA Vlog) Foto: Munsu Water Park (Tangkapan layar youtube Sary Voline [송아 SongA Vlog)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang YouTuber cilik bernama Song-A menjadi sorotan karena membuat video yang mempromosikan kehidupan indah di Korea Utara. YouTuber berusia 11 tahun tersebut diduga dijadikan sebagai alat propaganda oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. 

Di kanal YouTube Sary Voline, Song A sudah mengunggah lima video. Semuanya berisi gambaran kehidupan Korea Utara yang 'normal' dan seolah tak berbeda dengan negara lainnya. 

Dalam salah satu video, Song A memperkenalkan diri sebagai siswi kelas 5 SD yang tinggal di Pyeongyang, Ibu Kota Korea Utara. Dalam video yang lain, gadis cilik itu berenang di water park dan jajan es serut di dekat sekolahnya.


"Kalau kamu datang ke Pyeongyang, kabari saya. Nanti akan saya ajak ke gerai es serut terbaik di negara saya," ujarnya. 

Munsu Water Park (Tangkapan layar youtube Sary Voline [송아 SongA Vlog)Foto: Munsu Water Park (Tangkapan layar youtube Sary Voline [송아 SongA Vlog)
Munsu Water Park (Tangkapan layar youtube Sary Voline [송아 SongA Vlog)

Tak cuma itu, dia juga bercerita soal Korea Utara yang memiliki rumah sakit khusus anak, dan petugas kesehatan yang datang ke rumah ketika dia dan anggota keluarganya yang lain terinfeksi COVID-19.

Anehnya, Song A berbicara dalam Bahasa Inggris dengan aksen British yang sangat fasih. Song-A diketahui adalah penggemar Harry Potter dan belajar bahasa Inggris dari ibunya.

Song-A, seorang vlogger Korea Utara berusia 11 tahun, memperkenalkan buku favoritnya. (Tangkapan layar)Foto: Song-A, seorang vlogger Korea Utara berusia 11 tahun, memperkenalkan buku favoritnya. (Tangkapan layar)

Tidak diketahui apakah Song-A hanyalah warga Korea Utara yang bahagia tinggal di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, atau aktor yang bekerja untuk Kementerian Propaganda Korea Utara.

Namun, Tae Yong-ho, dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NK News bahwa Song-A adalah putri seorang diplomat Korea Utara yang pernah berbasis di London.

Tae, yang juga mantan diplomat Korea Utara di London, mengatakan dia bekerja dengan ayah YouTuber cilik itu. Menurutnya, aksen Inggris Song-A adalah karena ia tinggal di Inggris.

Alasan utama Korea Utara untuk mempromosikan YouTuber cilik itu diketahui sebagai cara untuk menghindari kebijakan internal Google.

YouTube sebelumnya menutup sejumlah saluran yang dijalankan oleh Korea Utara seperti "DPRK Today" dan "Red Star TV," dengan alasan mereka menyebarkan sistem politik Korea Utara dengan konten agresif dalam video mereka.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

5 Barang Ini tak Bisa Dibeli di Korea Utara


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading