Cara Membedakan Kamu Terinfeksi BA.4 atau BA.5

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
03 July 2022 18:10
South Korean prospective soldiers wearing face masks wait to receive a medical checkup at the Seoul office of the Military Manpower Administration in Seoul, South Korea, Monday, Feb. 7, 2022. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 telah memicu kenaikan kasus infeksi baru secara global, termasuk di Indonesia. Pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Januari dan Februari tahun ini, keduanya dianggap sebagai cucu dari varian Omicron.

Menurut studi awal, para ahli menemukan bahwa BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan menularkan virus lebih cepat dibanding varian terdahulu.

Penelitian yang diterbitkan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menunjukkan BA.5 menular sekitar 35 persen lebih cepat dari BA.2. Sementara, BA.4 tumbuh 1 persen lebih cepat.


Artinya, kemungkinan besar BA.5 akan segera menjadi varian Covid-19 yang dominan di Tanah Air.

Dilansir dari Mirror.co.uk, Profesor Susan Hopkins, kepala penasihat medis UKHSA, mengatakan: "Jelas bahwa peningkatan prevalensi Omicron BA.4 dan BA.5 secara signifikan meningkatkan jumlah kasus dalam beberapa minggu terakhir."

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa telah melabeli BA.4 dan BA.5 sebagai 'varian yang menjadi perhatian' pada pertengahan Mei tahun ini.

Meski sudah divaksinasi lengkap, Anda masih bisa mengalami gejala Covid, termasuk varian baru Omicron.

Gejalanya meliputi:

Batuk

Pilek

Sakit tenggorokan

Kelelahan

Sakit kepala

Nyeri otot

Bersin

Meski beberapa gejalanya mirip, Omicron BA.4 dan BA.5 sedikit berbeda dengan varian Alpha. Mereka yang menderita Alpha lebih mungkin mengalami sesak napas dan kehilangan rasa atau penciuman, selain beberapa gejala yang d atas seperti batuk dan sakit kepala.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hindari Tempat Ini, Yang Berpotensi Cepat Tularkan Omicron!


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading