Gejala Terbanyak Saat Covid-19 Naik Tinggi di RI, Bukan Demam

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
30 June 2022 13:35
Pengunjung melakukan pemeriksaan test Covid-19 di Laboratorium Uji test Swab Covid-19 di Kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu (9/3/2022). Pemerintah telah memperbaharui kebijakan syarat untuk melakukan perjalanan lewat moda Transportasi publik. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus COVID-19 kembali meningkat di Indonesia. Secara umum, lonjakan kasus di Tanah Air disebabkan munculnya subvarian baru, yakni Omicron yaitu BA.4 dan BA.5.

Meski gejalanya masih ringan, para ahli menemukan subvarian ini lebih mudah menular dibandingkan subvarian sebelumnya. Inilah yang menyebabkan kenaikan kasus Covid tidak hanya di Indonesia, tapi juga secara global. 

Tidak seperti Covid varian awal di mana demam menjadi ciri utama, gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah sakit kepala.


Adapun ciri-ciri sakit kepala akibat Omicron, yaitu:

- Sakit kepala berkembang menjadi sedang hingga sangat menyakitkan

- Kepala terasa berdenyut, menekan, atau menusuk

- Rasa sakit terjadi di kedua sisi kepala, bukan hanya di satu bagian

- Sakit kepala yang muncul bisa berlangsung selama lebih dari tiga hari

- Sakit kepala yang dirasakan menjadi resisten terhadap obat penghilang rasa sakit biasa

- Rasa sakit pada kepala cenderung muncul di awal infeksi terjadi

Selain sakit kepala, ada beberapa gejala lain yang bisa muncul yang berkaitan dengan varian Omicron, seperti:

- Sakit tenggorokan

- Nyeri otot yang tidak biasa

- Batuk terus-menerus

- Pusing

- Kelelahan

- Suhu tinggi atau menggigil 

- Kehilangan atau perubahan pada indra -Penciuman atau perasa Anda

- Sesak napas

- Badan sakit

- Hidung tersumbat atau berair

- Kehilangan selera makan

- Diare

- Merasa tidak enak badan


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

15 Gejala Omicron di Orang yang Sudah Divaksin, Awas Terkecoh


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading