McDonald's Hingga KFC Mulai Ditinggalkan Warga Korea, Kenapa?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
30 June 2022 11:05
McDonald's akan menutup gerainya di Rusia. (REUTERS/MAXIM SHEMETOV) Foto: McDonald's. (REUTERS/MAXIM SHEMETOV)

Jakarta, CNBC Indonesia - McDonald's, Burger King, hingga KFC di Korea sedang menghadapi masa-masa suram. Brand makanan cepat saji tersebut perlahan-perlahan mulai ditinggalkan pelanggannya di Negeri Ginseng. 

Mengutip Korea Times, hal ini terjadi karena ada pergeseran selera di masyarakat. Warga Korea kini lebih menyukai makanan sehat. Selain itu, jumlah populasi Korea Selatan yang terus menurun secara signifikan membuat penjualan ikut merosot dari tahun ke tahun. 

Karena alasan ini, tak ada pengusaha yang mau mengambil alih hak menjalankan waralaba sejumlah merek fast food tersebut. Kalaupun ada yang mau, pakar industri mengantisipasi bahwa perusahaan akan kesulitan menawarkan harga yang lebih tinggi. 


"Meningkatnya biaya bahan dan tenaga kerja adalah risiko besar, karena sulit bagi rantai makanan cepat saji untuk menaikkan harga demi mengimbangi kenaikan biaya mereka," kata seorang eksekutif perusahaan ekuitas swasta domestik (PEF), yang mengkhususkan diri dalam pembelian waralaba makanan dan minuman (F&B).

Para analis mengatakan bahwa waralaba makanan cepat saji di Korea tidak punya pilihan selain mencoba untuk menjual operasi mereka tahun ini, sehingga mereka dapat menghindari kondisi pasar yang lebih buruk tahun depan.

"Saya mendengar bahwa KG Group telah menyesali akuisisi KFC Korea," katanya.

Setelah mengambil alih operasi KFC di Korea dari CVC Capital Partners, KG Group menderita kerugian yang mengakibatkan penurunan nilai modal pada 2020.

Sementara itu, kantor pusat McDonald's di Amerika Serikat telah berusaha menjual hak untuk menjalankan restoran luar negerinya kepada perusahaan lokal sejak awal 2000-an, untuk mengurangi utang dan menerima royalti atas hak tersebut. Perusahaan dilaporkan ingin menjual McDonald's Korea kepada investor strategis untuk operasinya yang berkelanjutan dan stabil. 

Kerugian operasional McDonald's Korea mencapai 44 miliar won pada 2019, kemudian meningkat menjadi 48,3 miliar won pada 2020, dan 27,7 miliar won pada 2021.

"Karena populasi negara yang menurun, pasar Korea tidak lagi menarik bagi McDonald's. Merek burger premium yang masuk ke pasar Korea juga menyulitkan McDonald's untuk memenangkan persaingan ketat di sini, karena lebih banyak konsumen yang lebih menyukai makanan yang terlihat lebih sehat," kata Suh Yong-gu, profesor bidang marketing di Universitas Wanita Sookmyung.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gawat Oppa! Angka Pernikahan di Korea Sentuh Level Terendah


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading