Apa Itu Natto? Ini Cara Benar Makannya Agar Tak Menyengat

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
29 June 2022 13:40
Makanan khas Jepang Natto. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernahkah Anda makan natto? Jika belum, Anda mungkin pernah melihat sebuah tayangan anime atau film Jepang yang memperlihatkan tokoh utamanya menyantap makanan seperti biji kedelai yang lengket. Nah, itulah yang disebut natto.

Melihat karakter anime atau film Jepang yang menyantap natto mungkin membuat Anda ngiler dan ingin mencobanya. Jika iya, sebaiknya pahamilah dulu apa itu natto sebelum Anda mencobanya.


Apa Itu Natto?

Natto adalah makanan khas Jepang. Jika Indonesia punya tempe dan tahu, Jepang punya natto yang sama-sama terbuat dari fermentasi biji kedelai. Proses pembuatan natto meliputi tahap perendaman, pemasakan, inokulasi dengan starter, dan inkubasi selama 48 jam.

Meski terdengar asing di telinga, natto sebenarnya makanan yang sangat populer di Jepang. Makanan ini memiliki aroma khas seperti keju, tetapi lebih menyengat, berwarna cokelat, dan bertekstur lengket.

Bagi Anda yang belum pernah mencobanya mungkin akan kaget dengan rasanya saat suapan pertama. Orang Jepang biasa menyantapnya untuk sarapan dan dinikmati bersama sup miso serta nasi.

Sejarah Natto

Ada beberapa versi yang menjelaskan sejarah penemuan natto.

1. Prajurit Kota Mito

Salah satu cerita populer dalam sejarah natto adalah terkait sekelompok prajurit dari Kota Mito. Dahulu kala, ada komandan militer bernama Minamoto no Yoshiie dan pasukannya yang tinggal di bagian timur laut prefektur dekat Kota Mito pada 1083.

Mereka biasa merebus kedelai sebagai pakan kuda. Agar mudah disimpan dan dibawa, kedelai tersebut dibungkus dengan jerami padi. Namun, kedelai tersebut malah terfermentasi saat wadahnya dibuka. Alhasil teksturnya menjadi lengket dan berserabut.

Para prajurit yang penasaran lantas mencoba dan menikmati fermentasi kedelai tersebut yang tak disangka rasanya enak. Mereka lantas memberikannya kepada sang jenderal, Minamoto no Yoshiie. Jendral Minamoto no Yoshiie pun menyukainya dan menyebut makanan ini dengan nama 'natto', berasal dari frasa Jepang yang artinya 'kacang untuk umum'.

2. Pangeran Shotoku

Ada juga cerita lain yang mengatakan bahwa natto sudah ada sebelum abad ke-7. Dalam cerita ini, Pangeran Shotoku (574-622 M) disebut sebagai orang yang berjasa menemukan natto.

Meski begitu, proses penemuannya pun mirip seperti cerita sebelumnya yang bermula dari ketidaksengajaan membungkus kedelai rebus dengan jerami. Karena Shotoku merupakan penganut Budha yang taat, natto lantas disajikan sebagai komponen inti dalam makanan vegan untuk umat Budha.

3. Dinasti Zhou

Terakhir, ada versi yang mengatakan bahwa beberapa sejarawan menyebut sudah ada fermentasi kedelai mirip natto yang ada selama Dinasti Zhou Tiongkok di Jepang (300 SM-300 M). Intinya, makanan ini diyakini sudah ada sejak di Jepang sejak lama.

Kandungan Gizi Natto

Natto yang merupakan hasil fermentasi kacang kedelai dikenal sebagai makanan yang cukup bergizi. Lantas, apa saja kandungan gizi yang dimiliki natto?

  • Energi: 211 kkal

  • Protein: 19,4 gram (gr)

  • Lemak total: 11 gr

  • Karbohidrat: 12,7 gr

  • Serat: 5,4 gr

  • Kalsium: 217 miligram (mg)

  • Zat besi: 8,6 mg

  • Magnesium: 115 mg

  • Fosfor: 174 mg

  • Kalium: 729 mg

  • Zinc: 3,03 mg

  • Mangan: 1,53 mg

  • Vitamin C: 13 mg

  • Tiamin (Vitamin B1): 0,16 mg

  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,19 mg

  • Piridoksin (Vitamin B6): 0,13 mg

  • Vitamin K: 23,1 mikrogram (mcg)

Cara Makan Natto yang Benar

Orang Jepang sudah terbiasa makan natto, bahkan dijadikan sebagai sarapan. Namun, bagi yang belum terbiasa dengan teksturnya yang cukup berlendir, mungkin akan terasa aneh.

Cara makan natto tak bisa asal-asalan. Ini penting jika Anda tak ingin aroma natto terlalu menyengat dan malah membuat selera makan hilang. Berikut cara benar makan natto yang bisa Anda coba.

1. Aduk dengan Sumpit

Saat membuka wadah natto, Anda perlu berhati-hati karena cukup berlendir dan lengket. Setelah dibuka, Anda bisa aduk natto dengan sumpit agar tercampur rata.

Dianjurkan mengaduk natto searah jarum jam sebanyak 50 kali. Ini dilakukan agar lender natto menjadi putih, kental, dan berbusa. Namun, jangan berlebihan. Karena semakin lama natto diaduk akan semakin lengket dan kaku serta aromanya bakal makin kuat.

2. Campur dengan Kecap Asin dan Mustard

Biasanya, ada kecap asin dan mustard ala Jepang di kemasan natto yang Anda beli. Dua saus tersebut bisa Anda tambahkan pada natto agar aroma dan rasanya menjadi lebih enak.

Setelah menambahkan dua saus tersebut, jangan lupa mengaduknya kembali agar semua bahan tercampur rata. Jadi, ini bisa dilakukan bergantian sembari melakukan tahap pertama ketika mengaduk natto dengan sumpit.

3. Sajikan Natto dengan Benar

Penyajian natto juga cukup berpengaruh agar jadi tak menyengat. Sejatinya, natto bisa dimakan langsung atau ditambahkan dengan kondimen lain.

Namun, jika tak suka aromanya yang menyengat, Anda bisa menikmatinya bersama nasi atau sup miso. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan natto sebagai isian roti panggang atau campuran omelette.

Manfaat Natto untuk kesehatan

Seperti sudah disinggung sebelumnya, natto memiliki banyak kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Meski aroma dan rasanya cukup menyengat, natto punya beragam manfaat untuk kesehatan.

1. Melancarkan Pencernaan

Makanan fermentasi ini kaya akan probiotik yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat yang hidup di saluran pencernaan. Khusus pada natto, bakteri yang dihasilkan adalah Bacillus subtilis. Bakteri ini punya manfaat yang sama dengan probiotik terhadap usus manusia. Jadi, bakteri pada natto juga bisa membuat Anda terhindar dari berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit, diare, hingga penyakit Crohn.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan nutrisi dalam natto, termasuk probiotik bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin B6, dan zat besi dalam natto juga menjadi nutrisi penting untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit akibat radikal bebas.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Natto mengandung serat, probiotik, dan vitamin K2 yang dapat menjaga kesehatan jantung. Ada juga enzim nattokinase yang bisa menurunkan dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Kandungan lemak pada natto juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Sementara, vitamin K2 dapat mencegah penumpukan kalsium di arteri yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.

4. Memperkuat Tulang

Kandungan kalsium dan vitamin K2 pada natto berfungsi untuk menjaga kepadatan dan kesehatan tulang. Mengonsumsi lebih banyak natto disebut dapat memperlambat pengeroposan tulang dan mengurangi risiko patah tulang akibat pertambahan usia.

5. Menjaga Kesehatan Otak

Mengonsumsi natto diyakini bisa memelihara kesehatan dan fungsi otak. Ini disebabkan kandungan probiotik pada natto yang dapat mengurangi stres, cemas, depresi, gangguan obsesif kompulsif (OCD), serta membantu Anda meningkatkan daya ingat.

6. Menurunkan Berat Badan

Natto juga bisa masuk ke dalam makanan diet untuk menurunkan berat badan Anda. Menjadi sumber probiotik, natto dapat membantu Anda membakar lebih banyak kalori. Sementara, kandungan serat di dalam natto bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sekolah Jepang Larang Rambut Siswi Dikuncir Kuda, Kenapa?


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading