Wow, Peneliti Temukan Bukti Tanah di Planet Mars Bisa Dihuni

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
28 June 2022 12:16
This section of a composite image made available by NASA, produced from photos captured Feb. 21, 2021 by the Perseverance Mars rover shows the rim of Jezero Crater on the surface of Mars. It landed on Thursday, Feb. 18. (NASA/JPL-Caltech via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim peneliti menemukan sejumlah bukti bahwa tanah di Planet Mars kemungkinan bisa dihuni untuk jangka waktu yang cukup panjang. Untuk memastikan hal ini, para ahli telah mengidentifikasi sedimen yang mengandung tanah liat dari Mars. Salah satu sampel tanah yang diteliti berasal dari Ladon Valles utara, sebuah sistem lembah sungai yang terletak di Planet Mars.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa tanah liat tersebut menunjukkan jejak air dalam jangka panjang, karena terbentuk di bawah kondisi pH netral dengan penguapan air minimal. Ahli menduga air pernah mengalir di sini dari sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu hingga sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu.

Tak cuma itu, yang mengejutkan, para ilmuan planet juga memprediksi bahwa pernah ada sebuah danau di Planet Mars. 


Ilustrasi planet Mars. (DasWortgewand/Pixabay)Foto: Ilustrasi planet Mars. (DasWortgewand/Pixabay)
Ilustrasi planet Mars. (DasWortgewand/Pixabay)

"Sedimen berlapis warna-warni berwarna terang yang menunjukkan kemiringan lapisan relatif rendah dan mengandung tanah liat sepanjang 200 kilometer di kejauhan adalah bukti bahwa sebuah danau kemungkinan besar ada di dalam cekungan Ladon dan Ladon Valles utara," kata Catherine Weitz, seorang ilmuwan senior di Planetary Science Institute di Arizona, dikutip dari Science Alert, Selasa (28/6/2022). 

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti melakukan studi menyeluruh terhadap gambar yang diambil oleh Mars Reconnaissance Orbiter, yaitu wahana pengorbit yang digunakan peneliti untuk mengidentifikasi kandungan tanah di Planet Mars secara lebih detail.

Para peneliti mengungkap bahwa tanah liat awalnya terbentuk di sekitar tempat yang lebih tinggi di atas cekungan, sebelum akhirnya terkikis saluran air dan diangkut ke hilir ke sebuah danau. Menurut tim, aliran air terbaru akan terjadi di sepanjang cekungan Ladon barat daya.

Penelitian sebelumnya pernah mengungkap bahwa ada es di Mars, meskipun es tersebut terus mencair. Studi terbaru ini mendukung gagasan bahwa air yang mengalir pernah menjadi bagian dari lanskap Mars secara luas. 

Keberadaan air di Mars sangat penting untuk mengetahui apakah planet tersebut bisa dihuni atau tidak. Distribusi tanah liat dan batuan lain yang ditemukan oleh para peneliti juga konsisten dengan penemuan air yang menempel di sekitarnya. Terlebih lagi, tanah liat adalah sumber nutrisi, dan stabilisator bagi lingkungan di sekitarnya. 

"Kondisi layak huni mungkin telah terjadi berulang kali di wilayah tersebut, setidaknya secara berkala, hingga relatif terlambat dalam sejarah Mars," tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading