Kenali, Ini 5 Faktor Utama Penyebab Kebotakan Rambut

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
07 June 2022 11:30
Ilustrasi (Photo by Nicola Barts from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir semua orang pasti mengalami kerontokan rambut. Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), jika rambut rontok 50-100 helai per hari, hal tersebut masih dikategorikan normal. Namun, lebih dari itu, kerontokan rambut yang parah bisa mengakibatkan kebotakan.

Menurut dr Nilam Permatasari, Sp.BP-RE, Hair Restoration Plastic Surgeon dari The Clinic Beautylosophy, kebotakan umumnya terjadi secara bertahap. Awalnya, Anda akan mengalami rambut rontok yang kemudian diikuti dengan menipisnya rambut hingga kulit kepala terlihat jelas.

"Kebotakan biasanya terjadi karena adanya faktor genetik yang ditandai dengan penipisan rambut. Selain mengalami rambut dengan tekstur yang tipis, rambut akan mudah rontok dan lebih halus daripada sebelumnya," kata dr Nilam Permatasari, saat acara The 1st Robotic Hair Transplant In Indonesia dari The Clinic Beautylosophy. 


Normalnya, setiap rambut yang rontok akan digantikan dengan rambut baru yang berukuran sama. Namun, dalam kasus genetik, rambut baru yang tumbuh akan memiliki tekstur yang semakin halus dan tipis karena folikel rambut akan semakin mengecil dan lama-kelamaan akan berhenti tumbuh.

Selain karena faktor genetik atau keturunan, berikut adalah 5 penyebab kebotakan rambut:

1. Perubahan Hormonal

Bagi wanita, perubahan hormonal sering terjadi menjelang tanggal-tanggal menstruasi. Bukan hanya saat menstruasi, perubahan hormon juga bisa terjadi ketika hamil, melahirkan, pubertas hingga menopause. Hal ini menyebabkan perubahan psikologis pada diri dan bisa menyebabkan terjadinya rambut rontok berlebihan hingga menyebabkan kebotakan sebagian.

Namun saat tengah hamil, wanita akan lebih jarang mengalami rambut rontok karena hormon estrogen di dalam tubuh sedang melonjak dan berdampak pada pemanjangan fase hidup rambutmu.

Berbeda dengan saat melahirkan, hormon estrogen di tubuh wanita akan kembali normal, sehingga menyebabkan rambut rontok menjadi lebih banyak dari biasanya.

2. Tanda Penuaan

Proses penuaan memang bisa menyebabkan rambut rontok yang sangat parah hingga botak. Proses penuaan selalu ditandai dengan pergantian sel yang semakin melambat setiap harinya. Dengan demikian, sangat wajar jika semakin tua, akan semakin tipis rambut yang dimiliki.

3. Kekurangan Vitamin dan protein

Hati-hati karena kekurangan vitamin juga bisa menyebabkan rambut rontok hingga botak. Salah satu vitamin yang harus dikonsumsi adalah vitamin B. Selain itu, perbaiki juga pola makan dengan menu-menu makanan yang banyak mengandung vitamin B agar mengurangi risiko rambut rontok.

Selain itu, jumlah protein yang rendah di dalam tubuh bisa memperlambat pertumbuhan dan melemahkan struktur rambut.

4. Penyakit Tiroid

Gangguan kelenjar di dalam tubuh atau yang biasa disebut gangguan kelenjar tiroid bisa menyebabkan rambut menjadi rontok berlebihan. Kelenjar tiroid berfungsi untuk memproduksi hormon-hormon metabolisme pada tubuh.

Sehingga saat kelenjar tiroid bermasalah, tentu akan mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh dan menyebabkan rambut rontok. Rambut tetap akan kembali tumbuh normal jika gangguan tiroid selesai diobati.

5. Mengidap Auto-imun

Auto-imun Alopecia Areata adalah gangguan auto-imun pada tubuh di mana sistem kekebalan tubuh kita akan menganggap rambut sebagai partikel asing yang berbahaya dan dapat menyerang folikel rambut.

Penyakit ini masih belum diketahui penyebabnya. Jika Anda terserang penyakit auto-imun, salah satu tandanya adalah rambut mengalami kerontokan yang berlebihan.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading