WHO Buka Suara Soal Kemungkinan Cacar Monyet Jadi Pandemi

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
31 May 2022 10:20
Antisipasi Virus Cacar Monyet, Jerman Pesan 4000 Dosis Vaksin

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah cacar monyet (monkeypox) telah menyebar cepat di lebih dari 20 negara di dunia. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir kalau penyakit langka tersebut bisa menjelma menjadi pandemi baru. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun akhirnya buka suara terkait kemungkinan cacar monyet menjadi pandemi. Menurutnya, potensi cacar monyet menjadi pandemi relatif kecil.

Risiko kesehatan global cacar monyet saat ini berada di kategori 'risiko sedang'. Namun, tidak menutup kemungkinan risikonya menjadi tinggi jika sifat virus cacar monyet mengalami perubahan mutasi yang signifikan.


WHO pun mendesak negara-negara untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit menular ketika wabah itu berkembang. 

"Kami melihat akan lebih banyak kasus terdeteksi. (Karenanya) kami meminta negara-negara untuk meningkatkan pengawasan," kata Pimpinan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove selama tanya jawab di platform media sosial badan kesehatan global itu, Kamis (26/5/2022) waktu setempat.

"Ini adalah situasi yang dapat dikendalikan. Memang akan sulit, tetapi ini adalah situasi yang dapat dikendalikan terutama di negara-negara non-endemik," tambahnya.

Cacar monyet telah menyebar ke Amerika Utara dan Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Padahal penyakit tersebut adalah endemi di Afrika Tengah dan Barat meski beredar pada tingkat rendah selama empat dekade terakhir.

Uni Eropa telah mengkonfirmasi 118 kasus cacar monyet. Spanyol dan Portugal telah melaporkan wabah dengan masing-masing 51 dan 37 kasus. Sementara itu, Inggris telah mengkonfirmasi 90 kasus virus. AS telah mengidentifikasi sembilan kasus cacar monyet di tujuh negara bagian sementara Kanada 16 kasus.

Cacar monyet bukanlah penyakit menular seksual. Virus dapat menyebar melalui segala jenis kontak kulit-ke-kulit, cairan tubuh, seprai dan pakaian yang terkontaminasi, atau percikan pernapasan jika seseorang memiliki lesi di mulutnya.

Virus ini biasanya diawali dengan gejala yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri otot, kedinginan, sakit kepala, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kemudian berkembang menjadi ruam tubuh yang ditandai dengan munculnya benjolan yang berubah menjadi lepuh berisi nanah yang akhirnya mengering dan rontok.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Asal Usul Penyakit Cacar Monyet yang Kini Disorot WHO


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading