Bunda Mau Anak Bayi Cerdas? Lakukan 3 Langkah Ini!

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
29 May 2022 18:45
Britain's Prince Harry and Meghan, Duchess of Sussex are seen with their baby son, who was born on Monday morning, during a photocall in St George's Hall at Windsor Castle, in Berkshire, Britain May 8, 2019. Dominic Lipinski/Pool via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Membangun kecerdasan anak, sepenuhnya adalah kewajiban Anda sebagai orang tua. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak.

Anak usia dini merupakan masa perkembangan otak yang pesat. Faktanya, 90% pertumbuhan otak anak terjadi sebelum usia lima tahun dan sebagian besar bergantung pada lingkungan bahasa mereka.

Kegiatan pengasuhan seperti berbicara, tersenyum, menunjuk, merespons, bernyanyi, menceritakan hari Anda membantu anak-anak mengembangkan dua rangkaian keterampilan penting.


Seorang ahli bedah anak telah mempelajari perkembangan otak masa kanak-kanak dan memperhatikan bahwa banyak orang tua kurang melakukan hal ini.

Lantas bagaimana menerapkannya? berikut paparannya mengutip CNBC International.

Langkah 1: Mendengarkan

Mendengarkan mendorong orang tua untuk membuat upaya sadar untuk memperhatikan apa yang menjadi fokus bayi atau anak mereka, dan kemudian membicarakannya dengan mereka.

Perhatikan pemandangan dan suara yang menarik perhatian anak Anda pada saat itu. Mereka adalah makhluk kecil yang ingin tahu, jadi fokus dan perhatian mereka selalu berubah. Misi Anda adalah mencocokkan percakapan dengan apa pun yang menarik mereka saat itu.

Langkah 2: Bicara lebih banyak

Setelah Anda mengetahui minat anak Anda, ikuti petunjuk mereka. Tingkatkan level mereka dan bicara lebih banyak, menggunakan beragam bahasa.

Berbicara lebih banyak dan tambahkan kata-kata agar diserap pada otak anak. Semakin banyak kata yang dimasukkan, maka semakin banyak koneksi otak yang dibangun seorang anak dan semakin banyak kosakata mereka.

Langkah 3: Bergantian

Percakapan terbaik terjadi ketika Anda berdua adalah komunikasi dua arah atau sama-sama terlibat. Berapa pun usia anak Anda, Anda dapat bergiliran dan bercakap-cakap - celoteh bayi kecil, menunjuk, dan gerak tubuh juga dihitung sebagai dialog.

Terlibat dalam mengajukan pertanyaan mendorong anak Anda untuk menggambarkan dunia di sekitar mereka atau bagaimana perasaan mereka. Tambahkan pengamatan dan emosi Anda sendiri untuk mendorong perasaan saling bertukar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

7 Kesalahan Umum Parenting yang Bikin Anak Gampang Minder


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading