Presiden Ukraina Muncul di Festival Film Cannes, Ngapain?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
18 May 2022 19:17
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky  berbicara dengan Paus Fransiskus melalui panggilan telepon dari Kyiv, Ukraina, Selasa (22/3/2022).  (Ukrainian Presidential Press Office via AP) Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensk berbicara dengan Paus Fransiskus melalui panggilan telepon dari Kyiv, Ukraina, Selasa (22/3/2022). (Ukrainian Presidential Press Office via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Festival Film Cannes ke-75 telah resmi dibuka pada Selasa, (17/5) waktu setempat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut membuka festival melalui video yang ditayangkan langsung dari Kyiv, Ukraina. 

Dalam video itu, ia mengajak seluruh pegiat film ikut bersuara dan membantu menghentikan perang yang melanda negaranya. Tak hanya itu, Zelensky juga menyinggung soal tanggung jawab film dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Serta menyerukan agar dunia perfilman berbicara untuk menentang perang.

"Kami terus berjuang. Kami tidak punya pilihan selain terus berjuang untuk kebebasan kami," kata Zelensky, pada malam upacara pembukaan melalui sebuah video yang disaksikan seluruh tamu undangan.


Zelensky berpendapat bahwa film selalu memainkan peran penting dalam menyatukan orang-orang melawan otoritarianisme dan kekejaman. Salah satu referensinya adalah The Great Dictator karya Charlie Chaplin, sebuah sindiran tentang Adolf Hitler dan Nazisme yang dibuat pada 1940 sebelum Amerika memasuki Perang Dunia II.

"Kami membutuhkan (Charlie) Chaplin baru untuk membuktikan bahwa bioskop tidak diam," kata Zelensky.

Pidato Zelensky ditayangkan sesaat sebelum pemutaran perdana Final Cut, sebuah film komedi zombie aneh yang tampaknya jauh dari kebrutalan yang ditampilkan di Ukraina setelah serangan Rusia. Beberapa film yang ditampilkan di festival tersebut, termasuk The Natural History of Destruction, film dokumenter terbaru dari pembuat film Ukrania Sergei Loznitsa.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gara-gara Perang, Ribuan Turis Rusia Terdampar di Thailand


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading