Internasional

Gegara Komentar Erdogan, Hubungan Turki-Tunisia Memanas

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
06 April 2022 11:10
Recep Tayyip Erdogan. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara Turki dan Tunisia memanas. Hal ini terjadi menyusul tindakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengomentari dekrit presiden Tunisia untuk membubarkan parlemennya.

Erdogan menyebut bahwa pembubaran parlemen Tunisia yang dilakukan Presiden Kais Saeid telah menodai demokrasi. Erdogan yakin hal ini tidak sesuai dengan kehendak rakyat.


"Demokrasi adalah sistem yang merupakan perwujudan dari rasa hormat antara yang dipilih dan yang ditunjuk. Kami melihat perkembangan di Tunisia sebagai noda demokrasi," katanya.

"Membubarkan parlemen di mana ada pejabat terpilih adalah pemikiran untuk masa depan Tunisia dan merupakan pukulan bagi kehendak rakyat," tambahnya.

Hal ini pun mengundang reaksi dari Tunisia. Kementerian Luar Negeri Tunisia mengatakan komentar Erdogan merupakan campur tangan urusan internal negaranya yang tak dapat diterima.

"Tunisia menyatakan keheranannya atas pernyataan Presiden Turki ... komentar ini tidak dapat diterima," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Selasa (5/4/2022).

"Tunisia menegaskan keinginannya untuk menjalin hubungan dekat dengan negara-negara sahabat, tetapi tetap berpegang pada independensi keputusannya dan menolak campur tangan dalam kedaulatannya," tambah pernyataan itu.

Kondisi politik di Tunisia sendiri mulai memanas sejak Juli 2021 lalu. Ini diawali oleh pemecatan Perdana Menteri (PM) Hichem Mechichi oleh Saeid. Saeid merasa pemerintahan Mechichi mengalami kegagalan dalam menanggulangi Covid-19 serta isu ekonomi.

Sementara itu, Turki dalam beberapa tahun terakhir berupaya meningkatkan pengaruhnya di seluruh Afrika. Ankara menyediakan peralatan militer, pelatihan, dan personel ke beberapa negara dan juga menandatangani beberapa proyek di benua itu.

Turki juga tercatat merupakan salah satu aktor kunci dalam konflik Libya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alert! Turki Umumkan Kemasukan Omicron, 6 Kasus Ditemukan


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading