Syarat ke Singapura tanpa Karantina 2022, Cuss Bestie!

Lifestyle - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
25 March 2022 14:30
Apple Store Terapung di Marina Bay Sands, Singapura  (Dok. Apple)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura resmi membuka lebar pintu masuk untuk turis asing yang sudah vaksin. Setelah menghapus kewajiban karantina, negara yang menjadi hub bisnis di Asia Tenggara itu juga menghapus semua jalur Vaccinated Travel Lane (VTL). Ini artinya pelancong yang sudah menerima vaksin lengkap dapat masuk Singapura dari mana saja.

Untuk mengganti kebijakan VTL, pemerintah akan memberlakukan skema perjalanan baru yang disebut Vaccinated Travel Framework (VTF). Dengan skema ini, para pelancong tidak lagi diharuskan hanya menggunakan penerbangan yang ditentukan untuk memasuki Singapura tanpa karantina, dan tidak perlu melakukan tes cepat antigen Covid-19 dalam waktu 24 jam setelah kedatangan.

Selain itu, tidak akan ada lagi kuota jumlah kedatangan harian dan tidak ada persetujuan masuk yang diperlukan untuk semua pelancong yang divaksinasi.


Meski begitu, mengutip laporan The Straits Times, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan pada Kamis (24/3/2022) mengatakan tes Covid tetap menjadi syarat bagi pelancong luar negeri. Tes ini wajib dilakukan dua hari sebelum keberangkatan.

"Kami akan terus memantau situasi Covid-19 di dalam dan luar negeri serta mempertimbangkan untuk menghapus persyaratan tes pra-keberangkatan dalam beberapa minggu mendatang," kata Kementerian Kesehatan.

Untuk aturan di dalam negeri, Singapura juga sudah siap berdamai dengan Covid. Kewajiban memakai masker di luar ruangan dihapus. Selain itu, warga diizinkan bergerombol dengan jumlah maksimal 10 orang, dari yang sebelumnya 5 orang.

Pelonggaran aturan terkait Covid-19 itu diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada Kamis (25/3/2022). PM Lee menyebut kebijakan ini merupakan langkah maju untuk mempersiapkan Singapura hidup berdampingan dengan Covid.

"Singapura akan kembali terhubung dengan dunia. Ini akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk bisnis, khususnya sektor pariwisata, dan membantu Singapura merebut kembali posisinya sebagai hub bisnis dan penerbangan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Singapura Jadi Negara Paling Lelah di Dunia, Apa Alasannya?


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading