Diam-Diam, Kim Jong Un Pernah Pakai Nama Palsu Saat di Swiss

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 March 2022 17:30
North Korean leader Kim Jong Un gives field guidance during a visit to Samjiyon City, North Korea in this undated photo released on November 16, 2021 by North Korea's Korean Central News Agency (KCNA). KCNA via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kisah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selalu menarik untuk dibahas, termasuk soal masa kecilnya. Siapa sangka, sebelum menjadi penerus tongkat kepemimpinan Korea Utara dari sang Ayah, Kim Jong Un kecil pernah bersekolah di Swiss. Selama bersekolah di Swiss, Kim menggunakan nama palsu Pak Chol dan guru-guru di sana diberitahu bahwa dia adalah putra diplomat Korea Utara.

Mengutip New York Post, pria berusia 38 tahun itu pernah bersekolah di Kota Bern, Swiss. Kala itu pada 1996, ayahnya, Kim Jong Il mengirim Kim Jong Un yang masih berusia 12 tahun untuk bersekolah di Swiss. Ini terjadi saat Korea Utara dilanda bencana kelaparan yang menewaskan hingga 3 juta orang

Di Swiss, ia dirawat oleh seorang wanita yang menyamar sebagai ibunya. Wanita tersebut pada akhirnya membelot ke AS dan menjalankan bisnis binatu di Manhattan.


Teman sekelasnya di Sekolah Liebefeld-Steinholzli di Bern pada tahun 1998, Joao Micaelo, menggambarkan Kim Jong Un sebagai anak pendiam. Namun, Kim juga disebut temperamental dan terobsesi dengan bola basket, terutama Michael Jordan. Dia juga menyukai film Jean-Claude Van Damme.

"Dia pendiam tapi juga tegas," kata Micaelo.

Menurut bibi yang mengasuhnya saat di Swiss, Kim sangat tergila-gila dengan bola basket sehingga dia kadang-kadang tidur dengan membawa bola basket. Dia mengenakan kaus NBA, memiliki banyak koleksi sepatu Nike yang mahal dan mengenakan baju olahraga yang mewah. Tetapi, Kim tidak pernah mengenakan jeans, karena jeans adalah tanda kapitalisme yang dibenci Korea Utara.

Menurut pengakuan mantan teman sekelas lainnya, Marco Imhof, Kim Jong Un berjuang keras untuk menguasai dialek Swiss-Jerman yang digunakan di Bern. 

Sementara itu, Michel Riesen, guru Kim Jong Un di Sekolah Liebefeld-Steinholzli, menceritakan Kim Jong Un merupakan pribadi yang baik hati dan humoris.

Riesen mengatakan dia sering berjalan kaki ke sekolah dari rumah yang dia tinggali bersama bibinya dan anggota keluarga lainnya. Rumah itu terletak tidak jauh dari Kedutaan Korea Utara.

"Jika saya melihat ke masa lalu, saya melihat seorang anak lelaki Asia yang ramah dan lembut," kata Riesen kepada NBC New pada 2018.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

5 Barang Ini tak Bisa Dibeli di Korea Utara


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading