Kamu Positif Covid Omicron? Coba 7 Cara Ini Agar Cepat Sembuh

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
23 February 2022 12:20
Paket Obat Isolasi Mandiri (foto: Dokumen via detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat penularan Covid-19 varian Omicron masih cukup tinggi. Jadi, bukan tidak mungkin Anda atau orang-orang sekitar juga banyak yang terinfeksi virus ini.

Ada sejumlah langkah yang disarankan ahli untuk dilakukan agar pasien tetap sehat secara fisik dan mental saat terkena Covid-19. Berikut 7 rekomendasinya, dikutip dari NPR, Kamis (17/2/2022):

1. Pastikan Apa Benar Terinfeksi Covid-19


Direktur Medis Program Kesehatan Masyarakat di Boston Medical Center, Cassandra Pierre mengatakan jika mengalami beberapa gejala sebaiknya langsung melakukan tes Covid-19. Gejala tersebut seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan masalah pencernaan.

Pierre mengatakan jika ada persediaan tes antigen di rumah yang layak segera lakukan tes saat gejala mulai terasa. Namun jangan gunakan hasil tes itu sebagai pertanda Anda bisa beraktivitas di luar rumah dan mengira hanya flu biasa. 

Lakukan beberapa tes jika hasil negatif terlihat pada pengujian pertama. Lanjutkan tes kedua pada hari ke-3 atau 4, dan kemungkinan besar hasilnya menunjukkan positif. Jika hasil positif terlihat saat tes antigen, sebaiknya tidak perlu keluar. Sebab antigen juga punya sensitifitas yang baik, terutama jika ada gejala.

2. Kabari Orang yang Kontak dan Batalkan Semua Rencana

Penting untuk memberi kabar pada orang lain yang pernah berkontak erat dengan Anda. Sebab bisa juga mereka memiliki penyakit bawaan atau komorbid yang membuat gejala lebih parah saat tertular virus.

Profesor Pediatri dan Kepala Divisi Interim Penyakit Menular Pediatrik di Duke University School of Medicine, Michael Smith meminta orang yang positif Covid-19 untuk tidak pergi kemanapun. Kecuali untuk perawatan medis yang dibutuhkan atau menghirup udara segar. Apabila tes positif diketahui dengan tes di rumah, Anda juga perlu memberi tahu Puskesmas setempat.

3. Cari Bantuan Medis Jika Berisiko Tinggi

Jika gejala yang Anda rasakan adalah gejala pilek atau flu, seperti kebanyakan orang dengan Omicron, sebaiknya tidak perlu buru-buru pergi ke dokter. Namun Anda perlu mencari perawatan medis jika merasakan tidak bisa bernapas dengan normal, mengalami gangguan pencernaan yang parah, dehidrasi ekstrem atau mengalami kebingungan dan perubahan pada kondisi mental.

"Karena itu merupakan indikator bahwa otak Anda tidak mendapatkan cukup oksigen atau aliran darah," terang seorang Dokter di Suburban Hospital, Johns Hopkins School of Medicine Matt Leonard.

Menurutnya, yang perlu diingat, tidak ada obat ajaib di unit gawat darurat yang bisa menghilangkan Covid-19. "Tidak banyak obat yang terbukti efektif untuk mengobati virus corona - terutama Omicron," kata Leonard.

4. Buat Rencana Isoman Sesuai Kondisi di Rumah

Anda juga perlu mewaspadai potensi anggota keluarga di rumah mengalami komplikasi parah karena Covid-19, terutama mereka yang berusia lebih dari 65 tahun, memiliki gangguan kekebalan tubuh atau kondisi medis tertentu yang mendasarinya.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan petugas medis di sekitar rumah. Pertimbangkan pilihan perawatan apa yang mungkin diperlukan. Jika Anda memiliki anak, pikirkan juga siapa yang merawat saat Ada terkena Covid. Jika anak sekolah, berapa hari mereka tidak masuk sekolah jika sakit atau hanya dinyatakan positif. Rencanakan juga siapa yang melakukan pekerjaan di rumah seperti membersihkan rumah, memasak, dan mencuci piring.

5. Tetap Temani Anak yang Terinfeksi

Jika anak terinfeksi, pastikan mereka tetap merasa terhibur dengan permainan dan interaksi. Anak, khususnya balita, tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri seperti makan, minum, dan buang air kecil. Mereka masih perlu pendampingan.

Dokter pediatri di Duke University School of Medicine, Dr Michael Smith, meminta orang tua tidak mengisolasi anak balita yang terinfeksi Covid-19. "Anda jangan katakan 'kamu sakit jadi kami akan menjauhimu' kepada anak. Pesan itu sangat terkesan negatif dan bisa menjadi sebuah pengalaman buruk bagi anak," jelasnya.

6. Jangan Sungkan Cari Bantuan

Menurut Pierre, jangan malu mencari bantuan saat terinfeksi Covid-19. Misalnya memesan makan atau kebutuhan lain secara online agar Anda dapat berfokus untuk istirahat. Buatlah janji dengan rumah sakit atau layanan perawatan kesehatan. Ini dilakukan untuk mengontrol keadaan Anda hingga dinyatakan sembuh.

7. Pastikan Telah Sembuh Sebelum Beraktivitas Kembali

Pedoman CDC mengatakan, penyintas Covid-19 boleh keluar dari isolasi setelah lima hari jika gejala membaik atau tidak ada gejala sama sekali. Namun mereka tetap harus menggunakan masker.

"Jika Anda sakit parah, tunggu setidaknya 10 hari dan diskusikan situasi Anda dengan dokter Anda," ujar pedoman tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Positif Covid? Konsumsi Makanan ini Agar Cepat Sembuh


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading