Kasus Covid Omicron RI Meroket, Makin Menular di Cuaca Buruk?

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
15 February 2022 11:35
Memakai Masker, Antisipasi Masuknya Virus Corona ke Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini Indonesia tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan musim hujan. Akibatnya, sederet penyakit pun rentan timbul akibat cuaca buruk. Lantas, mungkinkah merebaknya varian Omicron kini juga dipicu oleh musim hujan belakangan ini?

Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof dr Abdul Kadir, PhD, SpTHT-KL(K), MARS, menegaskan pandemi COVID-19 tak ada hubungannya dengan cuaca. Apa pun cuacanya, virus Corona tetap ada dan tetap berisiko menjangkit masyarakat. Tanpa memandang cuaca, ia menegaskan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap risiko paparan varian Omicron yang kini merebak.

"Yang namanya virus tidak mengenal musim apa pun musim panas, musim dingin, musim pancaroba. Yang jelas, selama ini masih pandemi maka itu masih tetap ada apakah itu musim hujan atau musim panas harus tetap hati-hati," ujarnya dalam konferensi pers virtual bertajuk Update Perkembangan COVID-19, seperti dikutip Detik.com.


Mayoritas pasien Omicron memiliki gejala yang amat mirip dengan flu biasa, di antaranya berupa batuk kering, hidung meler dan tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan dan tubuh lemas. Namun begitu, dokter menegaskan kedua penyakit tersebut tak bisa disamakan.

Sebab berbeda dengan penyakit flu yang selama ini dianggap biasa oleh masyarakat, Omicron adalah varian Corona yang menular, bahkan lebih menular dibanding varian Corona lainnya seperti varian Delta. 

Spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menyebut, satu gejala pada pasien Omicron yang tak biasanya dialami pasien flu adalah masalah tenggorokan berupa nyeri, gatal, dan sakit saat menelan.

"Sebagian pasien (varian Omicron) melaporkan atau mengeluh (tenggorokan) gatal-gatal. Banyak yang mengeluh tenggorokannya sakit dan biasanya diikuti dengan batuk-batuk kering dan mulai muncul sakit kepala, nyeri-nyeri badan, kemudian ada pilek atau hidung tersumbat, bahkan meler berair," terangnya.

Kementerian Kesehatan mencatat, hingga Minggu (13/2/2022), sudah ada 1.090 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia. Dari 1.090 pasien yang meninggal, diketahui 68% di antaranya belum divaksinasi lengkap. Kemudian 76% usianya lebih dari 45 tahun, 49% masuk golongan lanjut usia, dan 48% memiliki komorbid.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mereka yang Rentan 'Dihantam' Omicron, Ini Cara Tangkalnya


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading