IDI Ungkap Alasan RI Belum Say Goodbye Covid Kaya Negara Lain

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
15 February 2022 09:25
Prancis dan Denmark Longgarkan Pembatasan Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika beberapa negara Eropa sudah mulai 'berdamai' dengan COVID-19, Indonesia masih melaporkan lonjakan kasus Omicron. Bahkan, angkanya sempat berada di 55 ribu kasus pekan lalu, mendekati jumlah tertinggi puncak COVID-19 varian Delta.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menilai Indonesia belum bisa mengambil keputusan untuk hidup berdamai dengan Covid. Tren kasus COVID-19 di Tanah Air jauh berbeda dengan apa yang dilaporkan beberapa negara Eropa.

"Situasi Indonesia beda dari Inggris dan Amerika. Kita ini belum capai puncak dan belum landai," kata Prof Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (14/2/2022)


"Jadi belum waktunya berdamai dengan COVID-19, apalagi lepas masker," tutur dia.

Prof Zubairi kemudian menyoroti pentingnya cakupan sasaran vaksinasi booster. Banyak negara Eropa berani mengambil tindakan tak lagi mewajibkan masker dan jaga jarak, lantaran tingkat vaksinasi booster sudah mendekati 80 hingga 90 persen. Berbanding jauh dengan laporan Kemenkes RI per Minggu (13/2/2022). Dari total sasaran vaksinasi ketiga atau dosis lanjutan, baru 3,39 persen yang menerima vaksin booster atau sekitar 7 juta orang.

"Kalau musuh mulai mundur, pertahanan booster kita sudah kuat, baru kita pikirkan untuk berdamai dengan mereka," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Tak Seringan yang Dibayangkan, Omicron Tetap Mematikan


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading