Tak Seringan yang Dibayangkan, Varian Omicron Tetap Mematikan

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
21 January 2022 11:15
A petrol attendant stands next to a newspaper headline in Pretoria, South Africa, Saturday, Nov. 27, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona varian Omicron mungkin membuat beberapa orang merasa sedikit lega karena gejalanya ringan. Namun, ini bukan berarti Anda bisa menganggap enteng Omicron. Studi terbaru menunjukkan bahwa Omicron tetap berpotensi mematikan.

Kepala WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan rekor jumlah orang yang tertular Omicron telah membuat sistem kesehatan di bawah tekanan berat. "Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan dengan Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, itu tidak berarti harus dikategorikan sebagai ringan," kata Dr Tedros.

Sementara itu, di Amerika Serikat diperkirakan 50.000-300.000 penduduk terancam nyawanya akibat varian Covid-19 ini, sebelum gelombang pendemi diprediksi surut pada pertengahan Maret mendatang. Perkiraan tersebut merupakan proyeksi para pemodel yang mengingatkan bahwa Omicron memiliki daya tular lebih tinggi di balik gejala ringannya.


Rata-rata kasus kematian akibat Covid-19 di AS masih berjarak sekitar tujuh hari dari satu kematian ke kematian lainnya. Sama seperti pada pertengahan November lalu.

Menurut ahli epidemiologi Jason Salemi dari University of South Florida, kematian akibat Covid-19 di AS dapat melampaui satu juta jiwa pada awal musim semi mendatang.

"Omicron tetap akan membuat banyak orang meninggal karena sangat menular," kata Jason Salemi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Orang yang Sering Kena Flu Lebih Kebal dari Covid, Kok Bisa?


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading