Tuntut Disney, Scarlett Johansson Malah Jadi Produser Marvel

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 December 2021 11:23
scarlet johanson (Instagramscarlet johansonofficial)

Jakarta, CNBC Indonesia - Scarlett Johansson baru-baru ini mengumumkan keputusannya untuk bekerja sebagai produser di proyek Marvel Cinematic Universe. Sebelumnya, Johansson melayangkan gugatan kepada Disney karena menayangkan film Black Widow di bioskop dan platform streaming secara bersamaan.

Meskipun karakter Scarlett Johansson sudah berakhir, pemeran Black Widow ini tetap memilih untuk tinggal di Marvel-Disney. Bahkan, aktris 37 tahun itu merasa senang bekerja di bawah Marvel-Disney.


"Marvel memiliki beberapa IP [kekayaan intelektual] terbaik yang pernah ada dan Anda benar-benar dapat bermimpi besar di sana dan tidak ada yang keluar dari meja dan Anda membuang semua ide ini dan melihat apa yang melekat," kata Johansson kepada Collider, dikutip Kamis (16/12/2021).

Scarlett Johansson diketahui telah bekerja di bawah Marvel dan Disney sejak 10 tahun silam. Hal ini membuatnya merasa nyaman dan memiliki hubungan dekat dengan orang-orang yang bekerja di studio Avengers tersebut.

Bintang Black Widow lebih lanjut menyamakan bekerja dengan Marvel seperti berada di taman bermain kreatif terlihat seperti mimpi.Ia juga merinci beberapa pelajaran terbesar yang dia pelajari bekerja di industri film.

Menurutnya, menjadi produser di proyek-proyek masa depan memungkinkan dia untuk membangun jenis tim dan proses yang dia inginkan untuk menjadi bagian dan bergerak maju. Johansson sendiri dikabarkan akan lebih fokus pada bidang produksi, bahkan sudah dipercaya untuk menjadi produser salah satu film Disney bertajuk Tower of Terror dan sebuah drama bergenre sci-fi bertajuk Bride.

Meskipun warganet telah berspekulasi tentang film yang akan diproduksi oleh Scarlett Johansson, namun pihak Marvel-Disney masih merahasiakan kebenaran proyek tersebut. Sebelumnya, Johansson menjadi berita utama pada bulan Juli ketika dia menggugat Disney atas keputusan perusahaan untuk merilis Black Widow secara bersamaan di bioskop dan di Disney+ Premier Access.

Dalam gugatannya, Johansson mengklaim rilis tersebut melanggar kontraknya dan menuduh bahwa Disney telah menjaminnya bahwa film tersebut akan menerima rilis teater eksklusif. Aktor itu juga berpendapat dia kehilangan lebih dari US$ 50 juta karena perilisan ganda. Disney dan Scarlett Johansson akhirnya memilih jalur damai pada bulan September.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Disney Raup Rp1,8 T Putar Black Widow di Layanan Online


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading