Rekor Baru, Film 'Battle at Lake Changjin' China Raup Rp5,5 T

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 October 2021 13:35
Battle at Lake Changjin (IMDb)

Jakarta, CNBC Indonesia - Film "The Battle at Lake Changjin" telah mencetak rekor baru. Film tersebut menghasilkan pendapatan tambahan sebesar US$ 76,6 juta (Rp 1 triliun) pada hari Selasa (5/10/2021). Pendapatan dari film epik yang mengeluarkan biaya US$ 200 juta ini diperkirakan meningkat menjadi US$ 388 juta (sekitar Rp 5,5 triliun) di China saja.

Film yang dibintangi Wu Jing dan Jackson Yee itu telah meraih box office yang diperkirakan meraih lebih dari US$ 400 juta. Ini melewati total global film Free Guy (US$ 320 juta), Tenet (US$ 366 juta), Black Widow (US$ 377 juta) dan Shang-Chi (US$ 388 juta), seperti dikutip dari Forbes, Rabu (06/10/2021).

"The Battle at Lake Changjin" telah memecahkan rekor box office setelah dua hari rilis untuk film perang dalam tiga tahun terakhir.


Film ini merupakan film aksi paling mahal yang dibuat di China. Disutradarai oleh sineas film top China dan Hong Kong yakni Chen Kaige, Tsui Hark, dan Dante Lam, film ini menampilkan Wu Jing sebagai pemeran utama. Ia merupakan salah satu aktor paling populer di China.

Wu terkenal karena membintangi dan menyutradarai film aksi "Wolf Warrior" pada 2015 dan sekuelnya yang bahkan lebih populer pada 2017.

The Hollywood Reporter sebelumnya melaporkan bahwa film ini memakan biaya hingga 1,3 miliar yuan (Rp 2,8 triliun).

Yu terinspirasi oleh film-film perang Korea yang patriotik ketika dia tumbuh dewasa, dan ingin membuat versi kekinian untuk anak muda hari ini. Beijing memerintahkan seluruh bioskop di China untuk menggunakan box office tahun ini, dalam menyebarkan propaganda merayakan ulang tahun Partai Komunis.

Film harus fokus pada tema mencintai Partai, negara, dan sosialisme, serta menyanyikan pujian Partai Komunis China, tanah air, rakyat, dan pahlawannya.

Banyak dari film yang diputar sejauh ini adalah propaganda lama yang populer pada masa Mao Zedong, yang memimpin Komunis China dari pendiriannya pada 1949 hingga kematiannya pada 1976.

Mereka menyoroti tema-tema patriotisme dan secara khusus dibuat untuk mendidik penonton tentang sejarah dari Partai. Regulator film menekankan keinginan untuk anak muda agar menumbuhkan kasih sayang mereka kepada Partai dan sosialisme melalui film.

Film ini mungkin akan melewati seluruh pendapatan terbaik saat mencoba memulai minggu kedua yakni lebih dari US$ 500 juta di seluruh dunia. Film ini digadang-gadang akan mengalahkan Godzilla Vs. Kong (US$ 460 juta), dan akan menjadi pendapatan kotor global terbesar keempat pada tahun 2021, di belakang F9 (US$ 714 juta), Detective Chinatown 3 Tiongkok (US$ 690 juta) dan Hi, Mom dari Tiongkok (US$ 840 juta).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading