Internasional

Skandal Seks! 200 Ribu Anak Dilecehkan Tokoh Agama Prancis

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 October 2021 16:20
A rosary is held by a woman during a protest against Mexico's Supreme Court of Justice of the Nation (SCJN), which ruled that criminalising abortion is unconstitutional, in Ciudad Juarez, Mexico, October 3, 2021. REUTERS/Jose Luis Gonzalez

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laporan terbaru yang dirilis pada Selasa (5/10/2021) menunjukkan bahwa 200 ribu anak-anak di Prancis telah mendapatkan pelecehan seksual dari oknum pastur Katolik selama tujuh dekade terakhir.

Dalam laporan penyelidikan yang diterbitkan oleh Komisi Independen untuk Pelecehan Seksual di Church (CIASE) itu ditemukan bahwa sekitar 216 ribu anak di bawah umur dilecehkan antara 1950 dan 2020.


Jumlah itu sendiri bahkan menembus 300 ribu kasus jika digabungkan dengan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum-oknum non pendeta seperti di sekolah Katolik dan program pemuda.

"Antara 2.900 dan 3.200 pendeta pedofil diperkirakan telah bekerja di Gereja Katolik Prancis sejak 1950-an," kata Marc Sauvé, presiden CIASE seperti dikutip CNN International.

Angka ini sendiri diperoleh dari survei untuk komisi oleh Institut Kesehatan dan Penelitian Medis Nasional Prancis. Lembaga ini juga melakukan surveil ebih dari 28.000 orang berusia di atas 18 tahun secara online antara 25 November 2020 dan 28 Januari 2021 untuk mengetahui kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum pendeta itu.

Lebih lanjut, Marc berpendapat bahwa pelecehan itu mayoritas terjadi dalam lingkungan gereja dibandingkan dengan di lingkungan sekolah dan kamp musim panas yang disediakan oleh negara. Ia juga menyebut bahwa pihak gereja seringkali lamban dalam mengatasi permasalahan pelecehan seksual ini.

"Ketika diberitahu tentang pelanggaran ini, (Gereja) tidak mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk melindungi anak-anak dari pemangsa," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading