Ini yang Bikin Squid Game di Netflix Sukses Curi Perhatian

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 October 2021 21:02
FILE PHOTO: The Netflix logo is shown in this illustration photograph in Encinitas, California, U.S., on October 14, 2014.   REUTERS/Mike Blake/File Photo                         GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Serial baru asal Korea Selatan (Korsel) Squid Game kini menjadi perbincangan hangat dimana-mana. Pasalnya serial bertema survival game ini penuh dengan adegan memilukan yang melibatkan permainan anak-anak.

Tayang serentak di seluruh dunia pada 17 September 2021 melalui platform layanan streaming Netflix, Squid Game berhasil memikat banyak penonton berkat visual yang mencolok dan karakter yang sangat dekat dengan masyarakat.

Dalam Squid Game, sekelompok 456 orang yang putus asa karena memiliki banyak utang, terperosok dalam permainan bertahan hidup yang brutal.


Mereka memiliki kesempatan untuk memenangkan uang 45,6 miliar won atau setara Rp 550 miliar (asumsi Rp 12.07/won) jika bisa melewati serangkaian enam pertandingan berupa permainan anak-anak. Namun jika kalah, mereka akan mati.

"Orang-orang tertarik dengan ironi bahwa orang dewasa yang putus asa mempertaruhkan hidup mereka untuk memenangkan permainan anak-anak," kata direktur Squid Game Hwang Dong-hyuk dalam sebuah wawancara, dikutip dari BBC International, Jumat (1/10/2021).

"Permainannya sederhana dan mudah, sehingga penonton bisa lebih fokus pada setiap karakter daripada aturan permainan yang rumit," tambahnya.

Para ahli juga mengaitkan kesuksesan acara tersebut dengan karakternya, banyak di antaranya adalah anggota masyarakat yang terpinggirkan. Meskipun mereka semua terkait dengan masalah uang yang besar, mereka datang dari semua lapisan masyarakat.

Pemeran utama, misalnya, adalah seorang pria pengangguran yang senang judi. Meski begitu ia tengah berjuang untuk mendapatkan rasa hormat dari keluarganya. Melalui permainan ini, ia bertemu dengan seorang pembelot muda Korea Utara dengan latar belakang tragis, dan seorang buruh Pakistan yang dianiaya oleh atasannya.

"Orang-orang, terutama generasi muda, yang secara teratur menderita keterasingan dan kebencian dalam kehidupan nyata, tampaknya bersimpati dengan karakter (di serial ini)," kata Kim Pyeong-gang, profesor konten budaya global di Universitas Sangmyung.

Seperti tetangganya di Asia Timur, sifat masyarakat yang sangat kompetitif di Korea Selatan telah membuat banyak orang kecewa. Terlepas dari kerja keras, tidak semua orang bisa mendapatkan tempat universitas terbaik atau pekerjaan yang bagus.

Permainan dalam serial ini menunjukkan, betapapun mematikannya resiko yang ada, tetapi ini menghadirkan dunia alternatif yang adil bagi semua orang.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading