Internasional

Mau Liburan? Deretan Tetangga RI Sudah Buka Pintu Buat Turis

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 September 2021 13:05
This June 15, 2019 photo shows Ban Krut beach in the Prachuap Khiri Khan province of Thailand. You won’t find the party scene of Phuket or Pattaya in laid-back Ban Krut, but you will get one of the cleanest and quietest stretches of white sand within driving distance of the capital. (AP Photo/Nicole Evatt)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlahan tapi pasti, negara-negara di Asia Tenggara mulai kembali membuka pintunya untuk pelancong. Mereka membuka beberapa lokasi wisata yang selama ini ditutup akibat penyebaran virus corona varian Delta.

Indonesia juga termasuk di dalamnya. RI akan kembali membuka Pulau Bali, Bintan dan Batam dalam waktu dekat, meski belum dipastikan kapan tepatnya akan dibuka kembali untuk wisatawan mancanegara.

Berikut deretan negara yang kembali membuka beberapa lokasi wisatanya, dilansir dari CNBC International:


Malaysia

Langkawi dibuka kembali bulan ini sebagai bagian dari "Rencana Pemulihan Pariwisata Malaysia". Namun, kepulauan yang terletak 30 kilometer (18,6 mil) dari pantai barat laut Malaysia masih terbatas untuk wisatawan domestik yang divaksinasi.

Pemerintah mengindikasikan akan menyambut pengunjung domestik ke tujuan wisata populer lainnya seperti Pulau Tioman, Johor, Melaka dan negara bagian Sabah di pulau Kalimantan. Wisatawan internasional akan disambut di fase 4 dari rencana tersebut.

Langkawi adalah tujuan resor populer bagi wisatawan regional. Wilayah itu dikenal dengan pantai, hutan hujan tropis dan marga satwanya.

Malaysia telah mengalami penurunan pendapatan pariwisata yang signifikan karena pembatasan terkait pandemi. Negara itu melihat US$ 9,08 miliar diambil dari pendapatan tahunannya tahun lalu dan memberikan 83,4% dari total pengunjung 2019 atau tertinggi ketiga dari semua negara.

Singapura

Singapura menyambut penerbangan yang dipenuhi turis Eropa bulan ini. Hal itu adalah yang pertama dalam satu setengah tahun terakhir.

Di bawah "Jalur Perjalanan yang Divaksinasi", pelancong yang divaksinasi dari Jerman dan Brunei dapat mengunjungi Singapura tanpa dikarantina jika mereka lulus empat tes Covid-19. Otoritas Singapura mengatakan jika program ini berjalan dengan baik, negara ini berencana membuka jalur perjalanan ke negara lain.

Pelancong dari bagian Asia tertentu juga dapat memasuki Singapura terlepas dari status vaksinasi jika mereka mengajukan Air Travel Pass. Saat ini, skema ini terbuka untuk pelancong dari Hong Kong, Makau, Cina daratan, dan Taiwan.

Setelah ditunda beberapa kali, rencana gelembung perjalanan antara Singapura dan Hong Kong berakhir bulan lalu. Kedua pemerintah memutuskan untuk berhenti mengejar gelembung perjalanan karena perbedaan dalam strategi anti-Covid mereka.

Thailand

Thailand jadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang membuka pintunya lebar-lebar untuk para pelancong mancanegara. Negara ini mempelopori pembukaan kembali pariwisata pada 1 Juli dengan skema 'kotak pasir'.

Berdasarkan rencana, pelancong yang divaksinasi yang dites negatif untuk Covid-19 sebelum dan sesudah tiba dapat memasuki Phuket tanpa dikarantina. Kini pelancong yang divaksinasi juga dapat mengunjungi bagian lain dari Thailand, termasuk pulau Koh Samui dan bagian dari provinsi Krabi dan Phang-Nga.

Pihak berwenang Thailand pada Senin mengumumkan rencana untuk membuka sebagian besar negara itu dalam tiga bulan ke depan. Pihak berwenang menyetujui jadwal pembukaan kembali empat fase yang memprioritaskan tujuan wisata populer, termasuk Bangkok.

Dengan pariwisata yang mewakili 18% dari PDB, Thailand berada di bawah tekanan besar untuk membuka kembali perbatasannya untuk turis asing.

Negara ini mengalami penurunan wisatawan sebesar 83% antara 2019 dan 2020 dan kehilangan sekitar US$ 13,54 miliar pendapatan pariwisata potensial pada tahun 2020, menurut laporan oleh perusahaan perjalanan Next Vacay.

Vietnam

Pulau Phu Quoc Vietnam dijadwalkan dibuka kembali untuk pengunjung internasional yang divaksinasi pada Oktober, menurut surat kabar online pemerintah Vietnam, VGP News.

Pulau terbesar di Vietnam ini kurang dikenal dibandingkan pulau-pulau Asia Tenggara lainnya, yang merupakan salah satu alasan wisatawan tertarik ke sana. Rumah bagi pantai berpasir putih dan pasar malam, Phu Quoc memiliki cagar biosfer yang diakui UNESCO dan salah satu kereta gantung terpanjang di dunia, yang menghubungkan ke pulau terdekat, Hon Thom (Pulau Nanas).

Phu Quoc dijadwalkan dibuka secara bertahap. Dalam tiga bulan pertama, pulau ini menargetkan 2.000 hingga 3.000 pengunjung per bulan. Para pengunjung ini dapat tiba melalui jet sewaan dan mengunjungi sejumlah tempat terbatas di pulau itu.

Selama fase kedua, yang juga akan berlangsung selama tiga bulan, sekitar 5.000 hingga 10.000 pengunjung dapat masuk melalui penerbangan komersial dan menikmati lebih banyak pulau.

Vietnam diperkirakan akan menyambut pengunjung dari pasar dengan potensi pariwisata tinggi dan keamanan epidemi seperti Asia Timur Laut, Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Timur Tengah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dear Travelers, Siap-Siap Bangkok Sambut Turis Bulan Depan!


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading