Internasional

Nah lo! Negeri Ini Dituding Bohong Soal Nol Kasus Covid

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 September 2021 16:00
Turkmenistan. (iStockphoto/Velirina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir dua tahun pandemi Covid-19 hadir di dunia, pemerintah Turkmenistan belum juga mengklaim satupun kasus penularan corona di negaranya.

Turkmenistan merupakan salah satu negara bekas Republik Soviet. Terletak di Asia Tengah, negara kecil ini memiliki 6 juta penduduk.


Hingga kini tak ada laporan kasus Covid-19 di negara ini. Jejak Covid-19 nihil baik di data Universitas Johns Hopkins maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam pidato di sidang PBB Selasa (21/9/2021) lalu, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow menegaskan lagi hal itu. Ia juga meminta PBB untuk tidak mempolitisasi pandemi.

Tetapi organisasi independen, jurnalis serta aktivis di luar Turkmenistan mengatakan ada bukti bahwa negara itu tengah berjuang melawan gelombang ketiga Covid-19. Dikatakan banyak pasien membanjiri rumah sakit dan puluhan orang meninggal dunia.

"Alih-alih menerimanya dan bekerja sama dengan komunitas internasional, Turkmenistan memutuskan untuk tetap bertahan," kata Ruslan Myatiev, seorang pengasingan dari Turkmenistan dan editor organisasi berita independen Turkmen News berbasis di Belanda.

Sebagaimana dilaporkan CNN International, Ruslan mengatakan dia telah mengumpulkan lebih dari 60 nama yang diklaim meninggal akibat Covid-19 di Turkmenistan. Nama-nama tersebut termasuk guru, seniman dan dokter.

Ruslan mengungkapkan sumbernya mulai menghubunginya pada Mei 2020. Pesan pertama yang didapatkan adalah adanya penyakit pernafasan aneh seperti mirip flu.

"Ketika cuaca Turkmenistan 40 derajat Celcius, tak biasanya ada musim flu (di negara itu)," terangnya.

Diana Serebryannik, direktur organisasi Hak dan Kebebasan Warga Turkmenistan berbasis di Eropa, mengatakan mendengar dari kontak di negara itu bahwa rumah sakit di sana saat ini sedang berjuang untuk menangani maraknya kasus Covid-19.

Serebryannik mengatakan dokter Turkmenistan dari organisasinya berhubungan dengan mantan rekan mereka di negara itu, sehingga memungkinkan mereka untuk mengetahui situasi sebenarnya dan memberikan saran.

Dia mengatakan dokter di Turkmenistan telah memberi tahu dia bahwa oksigen dan ventilator sulit didapat di negara itu, perawatannya mahal dan kematian akibat virus bisa mencapai ribuan.

"Turkmenistan terbakar, terbakar dengan Covid ... Kadang-kadang mereka bahkan tidak menerima pasien ke rumah sakit, mereka hanya mengirim mereka pulang ke rumahnya," katanya.

Menurut Serebryannik, penyebab resmi kematian dalam kasus-kasus ini tidak terdaftar sebagai Covid-19 atau bahkan pneumonia, melainkan sertifikat medis mencatat kondisi terpisah, seperti serangan jantung.

Sementara organisasi nirlaba Human Rights Watch mengatakan petugas kesehatan ditekan untuk diam oleh otoritas saat berbicara mengenai kenyataan di lapangan.

Misi WHO ke Turkmenistan pada Juli 2020 juga tidak mengkonfirmasi adanya infeksi Covid-19 di negara tersebut. Namun pihaknya mengatakan prihatin dengan "peningkatan jumlah kasus infeksi saluran pernafasan akut dan pneumonia".

Sejauh ini Turkmenistan tetap mengatakan situasi saat itu terkendali. Pemerintah juga menyarankan warga untuk mengambil pengobatan yang aneh, seperti makan sup pedas jenis tertentu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Artis Bunga Citra Lestari Positif Terjangkit Covid-19


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading