Awas, Kebanyakan Duduk Bisa Kena Penyakit Berbahaya Ini

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
24 August 2021 09:27
Kondisi di Stasiun Manggarai Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2020) terpantau masih ramai. Banyak warga yang berlalu lalang meski masih memasuki pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB dan akan berakhir 4 Juni 2020 di DKI Jakarta.
 
Di stasiun, para pengguna KRL khususnya dari sejumlah daerah penyangga Jakarta masih banyak berdatangan ke Ibu Kota saat jam kerja.
 
Dari pantauan CNBC Indonesia dilapangan, Kamis (28/5/2020), penumpang di Stasiun Manggarai terdiri dari berbagai macam kalangan. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak masih terlihat bepergian menggunakan KRL.
 
Sementara itu, tampak petugas keamanan stasiun akan menegur penumpang jika tak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.
 
Kendati begitu, situasi di Stasiun Manggarai tidak sepadat di saat-saat jam kerja. Penumpang di dalam kereta pun terlihat relatif sepi.
 
Untuk diketahui sebelumnya, PSBB untuk memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19 belum dapat diterapkan 100%.
 

Begitu juga dengan tulisan larangan duduk atau saling menjaga jarak saat berada di dalam gerbong. Sesuai aturan moda transportasi saat masa PSBB, KRL harus membatasi jadwal kereta begitu juga kapasitas penumpangnya, yakni maksimal 50% dari jumlah normal. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi terbaru menemukan orang dewasa di bawah 60 tahun yang duduk selama delapan sampai 10 jam sehari berisiko lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang aktif secara fisik.

American Heart Association menyebutkan bahwa orang yang tidak terlalu aktif secara fisik ternyata tujuh kali lebih berisiko terkena stroke daripada mereka yang menghabiskan kurang dari empat jam duduk dan setidaknya 10 menit berolahraga setiap hari.


Mengutip CNN International para peneliti memasukkan informasi kesehatan dari 143.000 orang dewasa dari Survei Kesehatan Masyarakat Kanada dalam analisis mereka.Para ilmuwan mengikuti peserta, yang berusia 40 tahun ke atas tanpa riwayat stroke sebelumnya, selama rata-rata 9,4 tahun.

"Waktu duduk dianggap mengganggu glukosa, metabolisme lipid dan aliran darah, dan meningkatkan peradangan dalam tubuh. Perubahan ini, dari waktu ke waktu, mungkin memiliki efek buruk pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke," kata penulis utama studi Dr. Raed Joundi, sarjana klinis di McMaster University di Ontario, Kanada.

Dari 2.965 peserta stroke selama masa studi, 90% adalah stroke iskemik.Itu adalah jenis stroke yang paling umum dan itu terjadi ketika arteri yang memasok darah ke otak tersumbat.

Halaman 2>>

Tanda-tanda Stroke
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading