Bayi Lahir saat Pandemi Berpotensi Miliki IQ Lebih Rendah

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 August 2021 10:30
Bayi Baru Lahir Dikenakan Pelindung Wajah. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi terbaru telah menemukan bahwa bayi yang lahir di masa pandemi Covid-19 berpotensi memiliki kecerdasan otak atau IQ yang lebih rendah.

Mengutip New York Post, para ilmuwan menyebut bahwa penurunan IQ diyakini oleh kurangnya interaksi bayi dengan dunia luar, karena aturan pembatasan yang diberlakukan, sehingga menghambat perkembangan kognitif.


Rata-rata IQ anak usia tiga bulan hingga tiga tahun juga turun dari sekitar 100 sebelum pandemi menjadi 79 saat pandemi. Ini didapat dari analisis kognitif pada 672 anak yang lahir di Rhode Island, Amerika Serikat (AS).

Secara rinci, terdapat 188 anak yang lahir di tengah pandemi, setelah Juli 2020, yang diteliti. Mereka dibandingkan dengan 308 anak yang lahir sebelum Januari 2019 dengan 176 di antaranya lahir pada tahap awal antara Januari hingga Maret 2020).

"Ini tidak halus sama sekali. Anda biasanya tidak melihat hal-hal seperti itu, di luar gangguan kognitif utama," kata penulis utama studi dan profesor penelitian pediatrik Brown University Sean Deoni kepada Guardian.

Ia mengaitkannya dengan anak-anak yang mengalami gangguan kognitif karena menghabiskan begitu banyak waktu di dalam rumah. Belum lagi orang tua yang kewalahan selama setahun terakhir mengurusi mereka.

Selain itu, menurut temuan yang belum ditinjau sejawat itu, ditemukan bahwa anak-anak yang tidak berinteraksi dengan dunia yang lebih luas, di pra-atau waktu pandemi, memiliki masalah mental yang signifikan daripada yang sedikit lebih tua.

"Orang tua stres dan letih menyebabkan interaksi yang biasanya didapat anak telah berkurang secara substansial. Kemampuan untuk mengoreksi arah menjadi lebih kecil seiring bertambahnya usia anak," kata Deoni.

Terungkap pula, bagaimana anak-anak dari keluarga yang kurang aman secara finansial paling terkena dampak. Ekonomi rendah paling terpengaruh.

"Tidaklah heran bahwa anak-anak dari keluarga sosial ekonomi rendah paling terpengaruh karena ini beresonansi dengan banyak dampak keuangan, pekerjaan, dan kesehatan lainnya dari pandemi ini," ungkap profesor kesehatan anak University College London, Sir Terence Stephenson.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading