Ramalan Gak Enak, Generasi Ini Bakal Paling Banyak Nganggur

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 July 2021 14:45
Business adviser analyzing financial figures denoting the progress in the work of the company.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekerja dari generasi X (Gen X) bakal dilanda krisis pengangguran terbesar secara global. Gen X merujuk ke mereka yang lahir antara pertengahan 1960-an dan awal 1980-an dan kini berusia 45 tahun ke atas.

Ini turut dipicu pandemi Covid-19 yang menambah tantangan bagi pekerja berusia tua. Sebuah laporan studi terbaru dari organisasi ketenagakerjaan nirlaba Generation mengatakan adopsi digital yang cukup pesat selama pandemi telah mempercepat otomatisasi pekerjaan, yang mempersulit pekerja dengan usia tertentu untuk mempertahankan peran mereka.


Dalam studi global berjudul "Meeting the world's midcareer challenge", Generation menemukan pekerja tingkat pemula dan menengah antara usia 45 dan 60 menghadapi peningkatan hambatan. Salah satunya ada bias di antara manajer perekrutan, serta keengganan di antara pekerja usia tersebut untuk mempelajari keterampilan baru.

"Sangat jelas bahwa begitu Anda mencapai usia tertentu, semakin sulit untuk mengakses peluang kerja," kata Dr Mona Mourshed, CEO Generation, dikutip dari CNBC International, dikutip Senin (26/7/2021).

Studi tersebut dilakukan antara Maret dan Mei 2021. Studi mensurvei 3.800 orang yang bekerja dan menganggur dari usia 18 hingga 60 tahun dan 1.404 manajer perekrutan di tujuh negara.

Krisis ini kerap terjadi di negara manapun. Temuannya secara umum sama, yakni usia 45 hingga 60 tahun adalah kelompok karyawan yang paling diabaikan.

Yang paling menonjol, penelitian tersebut menemukan bahwa manajer perekrutan secara keseluruhan menganggap mereka yang berusia 45 tahun ke atas sebagai kelompok terburuk dalam semua hal. Mulai dari kesiapan lamaran, kebugaran, dan pengalaman kerja sebelumnya.

Di antara kekhawatiran utama mereka adalah keengganan yang dirasakan di antara pekerja yang lebih tua untuk mencoba teknologi baru (38%). Lalu ketidakmampuan untuk mempelajari keterampilan baru (27%) dan kesulitan dalam bekerja dengan generasi lain (21%).

Selain itu pekerja yang lebih tua sering mengungguli rekan-rekan mereka yang lebih muda. Hampir sembilan dari 10 (87%) manajer perekrutan mengatakan bahwa karyawan mereka yang berusia 45 tahun ke atas sama baiknya, atau lebih baik, daripada karyawan yang lebih muda.

Pelatihan dapat menjadi satu solusi untuk masalah ini. Namun, laporan tersebut juga menyoroti keengganan untuk mengikuti pelatihan di kalangan pencari kerja yang berusia 45 tahun ke atas.

Lebih dari setengah (57%) pencari kerja tingkat pemula dan menengah menyatakan penolakan terhadap pelatihan ulang. Sementara hanya 1% mengatakan pelatihan meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika mencari pekerjaan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading