'Papahku Meninggal Karena Percaya Hoax Covid-19'

Lifestyle - Lynda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
19 July 2021 09:53
A paramedic pushes an oxygen tank at the emergency ward of an overcrowded hospital amid COVID-19 cases, in Surabaya, East Java, Indonesia, Friday, July 9, 2021. The world's fourth most populous country is running out of oxygen as it endures a devastating wave of coronavirus cases and the government is seeking emergency supplies from other countries, including Singapore and China. (AP Photo/Trisnadi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak virus Covid-19 muncul, tidak sedikit informasi mengenai virus corona yang beredar di masyarakat tidak melulu benar.
Banyak masyarakat percaya berita mitos alias hoax terkait Covid-19.

Ini pula yang dialami pria bernama Helmi Indra yang kehilangan ayahnya akibat berita hoax Covid-19. Kepada CNBC Indonesia, Senin (19/7/2021) Indra menceritakan pengalamannya bahwa ayahnya yang bernama Nuryaman meninggal dunia akibat tak percaya Covid-19.

Sang ayah sering membaca tulisan-tulisan menyesatkan mengenai Covid-19 dari media sosial. Pada hari kedua diketahui positif COVID-19, ia masih menyerap informasi broadcast di grup aplikasi percakapan yang berisi pendapat seorang dokter perempuan yang kontroversial tentang Covid-19.


"Hoax berperan besar yang membuat Papah akhirnya kalah melawan Covid. Papah meninggal karena percaya dengan berita hoax yang tersebar di sosial media. Entah di di grup WA, Facebook, Instagram , Twitter ataupun dari sumber sumber lain," tulis Helmi Indra yang juga ia tuangkan dalam akun twitternya @HelmiIndraRP.

"Mulai dari hoax setiap masuk rumah sakit akan dicovid kan, interaksi obat membuat meninggal, vaksin ada kandungan babi dan dari China, dan banyak lainnya Gara gara sering bersliweran berita ini di grup WA dan Facebook Papah jadi percaya hoax hoax ini," sambungnya.

Lelaki berusia 34 tahun itu menyebutkan bahwa sejak dinyatakan terpapar Covid-19 pada 6 Juli 2021, ayahnya tak mau mengonsumsi obat-obatan terapi Covid-19.

Indra juga sampai kehabisan akal untuk membujuk ayahnya agar mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, ketika mendapatkan giliran vaksinasi, Nuryaman menolak karena percaya informasi bahwa vaksin Covid-19 mengandung babi.

"Akibatnya Papah ga mau divaksin Karena percaya hoax ini. Padahal vaksin bisa membantu meredakan gejala Ketika terpapar Covid. Ketika akhirnya terpapar pun ga mau minum obat yang seharusnya diminum karena percaya berita hoax tentang interaksi obat dapat membunuh. Padahal meminum obat dengan resep yang tepat dapat mengurangi gejala dan menambah imun (dengan meminum vitamin)," paparnya.

Ketika keadaan ayahnya memburuk, Nuryaman pun menolak untuk ke rumah sakit. Ia memaksa di rumah saja karena takut jika ke rumah sakit kondisinya semakin parah.

"Ketika keadaan mulai memburuk-pun masih takut ke RS karena takut kenapa-napa. Akhirnya ketika akhirnya mau dibawa ke RS kondisi sudah terlalu lemah," ungkap Indra.

Lantaran hal ini, Indra pun mengutuk oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan hoaks tentang Covid-19.

"Please banget ketika dapat berita yang ga jelas atau cenderung hoax cukup berhenti di HP kita semua saja. Jangan sampai di share. Akan lebih baik jika bisa dan berani counter narasi dengan berita yang benar. Jangan pernah berhenti juga meyakinkan keluarga dan teman teman bahwa Covid itu benar adanya," katanya.




[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading