Cobain WC Unik! Dapat Uang Virtual, Bisa Beli Kopi-Pisang

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
13 July 2021 12:35
A man gets out of one of the transparent glass toilets after use at Yoyogi Hukamachi Mini Park in Tokyo on Thursday, Aug. 20, 2020. The bathrooms with the tinted wall turn opaque when it's in use. The walls of two newly installed public toilets in Tokyo's Shibuya neighborhood are see-through before people enter, but turn opaque when the doors are closed and locked from the inside. The so-called transparent toilets, which opened this month, were designed by award-winning Japanese architect Shigeru Ban for a project organized by The Nippon Foundation that redesigned a total of 17 public toilets in the neighborhood. (AP Photo/Hiro Komae)

Jakarta, CNBC Indonesia - Toilet merupakan tempat manusia membuang kotoran, baik urin maupun feses. Namun, di sebuah perguruan tinggi di Korea Selatan (Korsel), fungsi toilet kini dieskalasi.

Seorang profesor perkotaan dan lingkungan di Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan (UNIST) bernama Cho Jae-weon merancang toilet ramah lingkungan dilengkapi pemindai uang virtual. Toilet ramah lingkungan itu bisa dikonversi jadi uang virtual untuk membayar segelas kopi atau barang membeli pisang.


Toilet ini bernama BeeVi, dari kata "bee" dan "vision". Toilet itu terhubung ke laboratorium yang menggunakan kotoran untuk menghasilkan biogas dan pupuk kandang.

BeeVi menggunakan pompa vakum untuk mengalirkan tinja ke tangki bawah tanah sehingga mengurangi pemakaian air. Di sana, mikroorganisme mengurai limbah itu menjadi gas metana yang menjadi sumber energi bagi kompor atau pemanas air.

"Jika kita berpikir out of the box, kotoran memiliki nilai yang sangat berharga untuk dijadikan energi dan pupuk. Saya telah memasukkan nilai ini ke dalam sirkulasi ekologis," kata Cho, dikutip NYPost, Selasa (12/7/2021).

Rata-rata orang buang air besar sekitar 500 gram sehari, yang dapat diubah menjadi 50 liter gas metana. Gas ini dapat menghasilkan listrik 0,5kWh atau digunakan untuk menggerakkan mobil sejauh sekitar 1,2km (0,75 mil).

Setiap pengguna toilet akan mendapat uang virtual 10 Ggool sehari. Cho telah merancang mata uang virtual yang disebut Ggool, yang berarti madu dalam bahasa Korea.

Mahasiswa dapat menggunakan mata uang tersebut untuk membeli barang-barang di kampus, mulai dari kopi yang baru diseduh hingga mi instan, buah-buahan, dan buku. Para siswa dapat mengambil produk yang mereka inginkan di toko dan memindai kode QR untuk membayar dengan Ggool.

"Saya hanya pernah berpikir bahwa kotoran itu kotor, tetapi sekarang itu adalah harta yang sangat berharga bagi saya. Saya bahkan berbicara tentang kotoran selama waktu makan untuk berpikir tentang membeli buku apa pun yang saya inginkan," kata mahasiswa pascasarjana Heo Hui-jin di pasar Ggool.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading