Internasional

Warren Buffett Ramal Pandemi Lain di Masa Depan, Lebih Buruk

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
07 July 2021 08:55
FILE PHOTO: Warren Buffett, CEO of Berkshire Hathaway Inc, pauses while playing bridge as part of the company annual meeting weekend in Omaha, Nebraska U.S. May 6, 2018. REUTERS/Rick Wilking/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Miliarder kenamaan Warren Buffett, meramalkan corona (Covid-19) yang ada kini bukanlah pandemi terakhir. Ia mengungkapkan bahwa pandemi di masa depan bisa saja hadir dan lebih buruk daripada Covid-19.

Ini karena orang-orang tak juga belajar dari pandemi sekarang. Sehingga, tegas dia dalam acara 'Buffett & Munger: A Wealth of Wisdom' CNBC International, ini menimbulkan konsekuensi di mana orang tidak siap menghadapinya.


"Kita tahu bahwa ada ancaman nuklir, kimia, biologi, dan sekarang dunia maya.Masing-masing dari mereka memiliki kemungkinan yang mengerikan. Sepertinya itu bukan sesuatu yang sepenuhnya siap dihadapi masyarakat," kata Buffet seperti dikutip Entrepreneur, Rabu (7/7/2021).

Pengusaha yang menempati peringkat kesembilan dalam peringkat miliarder Forbes itu mengungkapkan, ada pelajaran utama yang diajarkan virus corona kepadanya. Itu adalah bahwa dunia tidak siap menghadapi situasi darurat.

"Saya belajar bahwa orang tidak tahu sebanyak yang mereka pikirkan.Tapi yang paling dipelajari adalah bahwa pandemi bisa terlihat datang, dan ini bukan yang terburuk yang bisa dibayangkan. Masyarakat kesulitan mempersiapkan situasi terkecil, yang mungkin terjadi dan akan terjadi cepat atau lambat," paparnya

Dalam program yang sama, Buffet menegaskan bahwa konsekuensi ekonomi dari Covid-19. Ada ketidakadilan yang terjadi. Virus membuat sebagian perusahaan besar baik-baik saja. Namun usaha kecil jatuh.

"Ratusan ribu atau jutaan usaha kecil sangat dirugikan," kata pria berusia 90 tahun itu, seraya mengatakan pandemi belum berakhir.

Bapak investor itu juga mengakui bahwa dia juga mengalami saat-saat ketidakpastian keuangan karena pandemi. Maskapai penerbangan miliknya  kBNSF Railway dan NetJets terguncang hebat.

Namun, di tengah semua kekacauan, ia fokus mendukung perusahaan lain yang lebih stabil. Sehingga mereka tidak perlu menggunakan bantuan pemerintah untuk bertahan hidup.

"Kami mengingatkan mereka bahwa mereka memiliki saudara yang kaya," katanya lagi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading