Viral Tren Bekerja Sambil Wisata, Karyawan Ogah Balik Kantor

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 June 2021 07:40
Business People Handshake Greeting Deal at work.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak perusahaan untuk 'menutup' kantornya untuk jangka waktu yang cukup lama. Agar dapat terus menunjang operasional, para karyawan diminta untuk bekerja di luar kantor.

Hal ini lantas menimbulkan sebuah tren baru, terutama para pekerja di bidang teknologi. Mereka mulai bekerja sambil mengendarai van berkeliling untuk bertamasya sambil me-refresh pikiran. Tren ini telah menyebar luas di beberapa negara Amerika Utara.


Seperti backpacker,  kehidupan di mobil van menarik bagi mereka penggemar perjalanan alam bebas. Mereka mengalihkan uang dari pembayaran sewa kantor kepada sebuah pembelian mobil van untuk menciptakan perjalanan seru.

Salah satu yang menikmati gaya hidup baru ini adalah Kenzo Fong. Mantan karyawan Google yang saat ini merintis startup barunya itu mulai bekerja di 'luar' pada Mei 2020, setelah anak-anaknya mulai sekolah offline selama pandemi.

Fong masih tinggal di rumahnya di San Francisco. Tetapi pada siang hari, ia masuk ke vannya dan memilih lokasi baru di kota untuk bekerja.

"Saya tidak dapat membayangkan diri saya melakukan itu lagi karena ada begitu banyak fleksibilitas bekerja dari mana saja," kata Fong, yang perusahaannya membuat perangkat lunak untuk pekerja jarak jauh.

Ia menambahkan bahwa yang terpenting dalam melakukan pekerjaan semacam ini adalah koneksi internet. Ia bahkan memiliki hotspot dari seluruh provider untuk memastikan kualitas sinyal yang baik.

"Internet adalah hal yang paling penting," ujarnya lagi.

Ketika vaksin diluncurkan dan negara bagian mulai dibuka, beberapa pekerja kembali ke kantor mereka. Tetapi banyak pekerja yang telah mengadopsi kehidupan van tidak mau menyerah. Bahkan mereka terus menggeber vannya untuk pergi lebih jauh.

Hal ini dilakukan oleh Erica Horn. Ia melakukan perjalanan seorang diri mengelilingi Amerika dengan mengendarai van-nya.

"Tidak ada hal lain yang lebih masuk akal daripada kehidupan van setelah kenyataan itu menjadi kenyataan," kata Horn, yang tinggal di Oakland sebelum pindah ke vannya.

"Saya tidak punya alasan, tidak ada, mengikat saya ke lokasi tertentu atau jumlah sewa itu."

Horn menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakan vannya bersama ayahnya dan seorang kontraktor. Ia menghabiskan kurang lebih US$ 60 ribu (Rp 862 juta) untuk menciptakan van dengan tempat tidur, meja, peralatan dapur, dan semacam pengaturan kamar mandi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading