Ini Daftar Vitamin untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
19 May 2021 13:20
In this Wednesday, May 13, 2015, photo, an employee stocks products in the employee shop at the Bayer Pharmaceuticals facility in Whippany, N.J. Bayer now markets 170 consumer health products, 17 with annual sales topping $100 million. Those include Bayers own One A Day and Flintstones vitamins, Aleve pain reliever, Alka-Seltzer and Phillips' Colon Health, plus former Merck products including Claritin, Coppertone and Dr. Scholls foot products. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hingga saat ini obat untuk kesembuhan penderita Covid-19 belum ditemukan. Untuk itu, vitamin dan makanan bergizi sangat dianjurkan bagi pasien yang terinfeksi virus Corona untuk mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan.

Pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala pada umumnya tak perlu dirawat di rumah sakit untuk proses penyembuhan. Namun demikian, harus disertai juga dengan asupan vitamin dan makanan bernutrisi agar tubuh cepat pulih dari infeksi virus Corona.

Lantas, apa rekomendasi vitamin untuk pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri?


Bagi Anda yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, ada beberapa rekomendasi vitamin yang bisa dikonsumsi untuk membantu tubuh dalam melawan Covid-19.

Dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3 yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut sejumlah rekomendasi vitamin untuk penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri:

Rekomendasi vitamin untuk pasien Covid-19 tanpa gejala:

Vitamin C:

- Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali (untuk 14 hari).

- Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

- Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per hari (selama 30 hari).

- Dianjurkan multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.


Vitamin D:

- Suplemen 400-1000 UI per hari.

- Obat 1000-5000 IU per hari.


Pasien Covid-19 tanpa gejala diharuskan untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sejak terkonfirmasi positif Corona. Kemudian, pedoman tersebut juga menjelaskan jika pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta, maka dianjurkan untuk tetap melanjutkan pengobatan yang rutin dikonsumsi.

"Apabila pasien rutin meminum terapi obat antihipertensi dengan golongan obat ACE-inhibitor dan Angiotensin Receptor Blocker perlu berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung," tulis pedoman tersebut, dikutip detikcom, Selasa (18/5/2021).

Rekomendasi vitamin untuk pasien Covid-19 bergejala ringan:

Vitamin C:

- Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali (untuk 14 hari).

- Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

- Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per hari (selama 30 hari).

- Dianjurkan multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.


Vitamin D:

- Suplemen 400-1000 IU per hari.

- Obat 1000-5000 IU per hari.


Azitromisin 1 x 500 mg per hari selama 5 hari.

Antivirus:

- Oseltamivir (Tamiflu) 75 mg per 12 jam diminum selama 5-7 hari, terutama jika diduga ada infeksi influenza.

- Favipiravir (Avigan sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg per 12 jam pada hari pertama dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke 2-5.

Selain mengonsumsi vitamin, pasien Covid-19 bergejala ringan juga dapat melakukan terapi simtomatik. Misalnya, jika mengalami demam, pasien dianjurkan untuk meminum paracetamol.

Pasien Covid-19 bergejala ringan pun diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak gejala Corona muncul, kemudian ditambah tiga hari setelah bebas gejala.

INFORMASI SELENGKAPNYA >>> KLIK DI SINI


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading