Dapat Warisan, Penerus Takhta Samsung Bayar Pajak Rp 156 T

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 April 2021 14:52
Lee Jae-yong, pewaris Samsung Group (dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keluarga mendiang bos Samsung Electronics, Lee Kun-hee, mengatakan akan membayar pajak warisan lebih dari 12 triliun won atau setara Rp 156 triliun (asumsi Rp 13.04/won).  Mereka juga menyumbangkan koleksi seni pribadi miliknya kepada negara.

Lee sebelumnya berjasa mengubah Samsung menjadi pembuat smartphone dan chip memori terbesar di dunia. Ia meninggal pada 25 Oktober dengan harta senilai sekitar 26 triliun won (Rp 338 triliun).


Keluarga itu mengatakan mereka berencana membayar tagihan pajak selama lima tahun dengan enam kali angsuran. Semua mulai dibayarkan pada April.

"Ini adalah tugas dan tanggung jawab sipil kami untuk membayar semua pajak," katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Samsung pada Rabu (28/4/2021), dikutip dari Reuters.

Sebagai antisipasi, keluarga juga mengumumkan akan menyumbangkan 1 triliun won (Rp 13 triliun) untuk meningkatkan perawatan kesehatan masyarakat. Termasuk 500 miliar won (Rp 6,5 triliun) untuk membangun rumah sakit spesialis penyakit menular pertama di Korea Selatan.

Sementara, koleksi seni pribadi Lee, termasuk mahakarya Picasso, Monet, dan Warhol, juga akan disumbangkan ke organisasi termasuk Museum Nasional Korea dan Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer.

"Sumbangan filantropi dari perkebunan Lee akan menjunjung tinggi warisannya dan berkontribusi pada penciptaan masyarakat yang lebih baik," kata keluarga.

Samsung C&T adalah perusahaan induk de facto konglomerat Samsung. Saat ini Lee Jae-yong adalah pemegang saham terbesar dengan 17,33% saham.

Saat ini, ia tengah menjalani setengah dari hukuman penjara 30 bulan karena penyuapan dan pelanggaran lainnya. Gedung Biru kepresidenan Korsel menolak panggilan dari beberapa kelompok lobi bisnis untuk memberinya pengampunan.

Penanganan keluarga Lee atas tagihan pajak warisan yang lumayan besar telah diawasi dengan ketat karena hal itu bisa mengakibatkan dilusi kepemilikan saham keluarga di Samsung. Jumlah pajak warisan ini juga menjadi yang terbesar di Korea dan secara global.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading