Internasional

Muncul Lagi Varian Baru Corona, Kebal Antibodi Buru Kaum Muda

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 April 2021 10:25
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan di Kompleks Penelitian Kesehatan Global Universitas A&M Texas, Amerika Serikat (AS) mendeteksi varian virus corona baru yang lebih menular. Varian itu disebut dapat menyebabkan gejala parah dari penyakit Covid-19 dan tampak kebal terhadap antibodi.

Dilansir dari CNBC International, varian baru BV-1, yang dinamai sesuai asal Lembah Brazos, ditemukan melalui sampel air liur seorang siswa yang memiliki gejala seperti flu ringan. Ini dilakukan selama skrining virus corona rutin A&M Texas.


Siswa tersebut dinyatakan positif Covid pada 5 Maret dan dites positif lagi pada 25 Maret. Gejala siswa yang terselesaikan pada 2 April dan pada 9 April, ia baru menunjukkan hasil negatif.

Dari kasus tersebut ditemukan data bahwa varian baru BV-1 dapat menyebabkan infeksi yang lebih lama pada orang yang lebih muda.

Ilmuwan A&M Texas mengatakan eksperimen berbasis kultur sel dari laboratorium lain menunjukkan bahwa beberapa antibodi penetral tidak berpengaruh dalam mengendalikan varian lain dengan penanda genetik yang sama seperti BV-1.

"Saat ini kami tidak mengetahui signifikansi penuh varian ini, tetapi memiliki kombinasi mutasi yang serupa dengan varian lain yang menjadi perhatian internasional," kata Kepala Virolog A&M Texas Ben Neuman.

Neuman mengatakan varian ini menggabungkan penanda genetik yang secara terpisah terkait dengan penyebaran cepat, penyakit parah, dan ketahanan tinggi terhadap antibodi penetral.

Para ilmuwan juga mengatakan bahwa mereka telah menyerahkan makalah tentang BV-1 ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS untuk memperingatkan para pejabat sebelum menyebar lebih jauh.

Laboratorium telah mengidentifikasi banyak mutasi Covid melalui program pengurutan genetiknya, tetapi Neuman mengatakan susunan genetik dari strain ini BV-1 sangat memprihatinkan.

"Kami belum mendeteksi lebih banyak contoh varian ini," tambah Neuman. "Kami belum mengembangkan atau menguji virus ini dengan cara apa pun. Pengumuman ini murni didasarkan pada analisis urutan genetik yang dilakukan di laboratorium. "

Para ilmuwan di lab tersebut mengatakan varian baru BV-1 terkait dengan strain B.1.1.7 dari Inggris, yang terbukti efektif melawan vaksin saat ini. Strain Inggris terkait merupakan mayoritas dari infeksi varian di AS.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading