Internasional

25 Kota Termahal di Dunia bagi Crazy Rich, Ada Jakarta?

Lifestyle - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
12 April 2021 16:10
In this Jan. 17, 2019, photo, women take a selfie as others tour at the Yu Garden decorated with pig statues for Lunar New Year in Shanghai. China’s 2018 economic growth fell to a three-decade low as activity cooled amid a tariff war with Washington. (Chinatopix via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peningkatan orang-orang kaya di dunia semakin hari semakin pesat. Tercatat ada beberapa negara yang mengklaim bakal mendapatkan lonjakan orang kaya baru hingga di atas 20% seperti di Uni Emirat Arab (UEA) dan India.

Tentunya dengan pendapatan yang tinggi, gaya hidup dan kebutuhan yang lebih harus dapat dengan mudah diperoleh bagi orang-orang kelas atas. Hal ini menjadikan tempat di mana orang kaya itu tinggal menjadi penting untuk dipelajari.


Hal ini membuat Bank Julius Baer merilis data mengenai biaya hidup di 25 kota di dunia untuk orang kaya. Dalam hal ini, indikator untuk mengatakan orang kaya adalah pribadi yang memiliki pendapatan hingga di atas US$ 1 juta atau setara Rp 14 miliar.

Sementara itu faktor pengukur biaya hidup ini pun beragam. Mulai dari harga whisky, perhiasan, mobil mewah, perawatan kecantikan, hingga bantuan hukum.

Dalam rilisnya tahun ini, Julius Baer menempatkan Shanghai, China ,naik ke peringkat teratas untuk dinobatkan sebagai kota termahal untuk hidup para crazy rich. Hong Kong, yang menduduki nomor satu tahun lalu, merosot ke posisi ketiga. Sementara Tokyo, Jepang, tetap stabil di posisi kedua.

Sementara itu Jakarta pun mendapatkan tempatnyadi daftar metropolis orang-orang kaya ini. Ibukota Indonesia menempati peringkat 20 dari 25 kota yang disurvei.

Jakarta berada di bawah Miami, AS, dan berada di atas Sao Paolo, Brasil. Beberapa indikator yang membuat Jakarta menjadi cukup mahal adalah harga whisky dan barang-barang mewah seperti tas.

Lebih lanjut dalam rilis itu, disebutkan bahwa Asia diperkirakan akan mempertahankan bentengnya sebagai kawasan termahal di dunia bagi orang kaya selama beberapa tahun mendatang, karena pertumbuhan ekonominya terus berlanjut dengan cepat setelah pandemi Covid-19.

"Covid tidak menjadi epidemi (di Asia) dengan cara yang sama seperti negara lain dalam indeks," kata Rajesh Manwani, kepala pasar dan solusi manajemen kekayaan untuk Asia-Pasifik di Bank Julius Baer.

Laporan itu menambahkan bahwa akan ada dua tren lain dapat mengubah cara orang kaya membelanjakan uang mereka di tahun-tahun mendatang. Tren itu adalah konsumsi secara sadar dan preferensi untuk pengalaman daripada barang.

"Kami percaya gaya hidup konsumsi sadar telah menjadi arus utama," kata Manwani. Dengan demikian, orang dapat mengurangi penerbangan jarak jauh dan mulai membeli kendaraan listrik, mengubah pola makan mereka, dan menolak mode cepat.

"Zillennial sangat tertarik dengan tren ini," katanya, merujuk secara khusus kepada konsumen Generasi Z.

Halaman 2>>>

Ini Daftar Lengkapnya
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading