Hugo Boss Kena Amuk Netizen China, Ada Apa?

Lifestyle - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
28 March 2021 21:40
FILE PHOTO: Jackets are on display in the Hugo Boss section in the Central Universal Department Store (TsUM) in Kiev, Ukraine, May 17, 2017.  REUTERS/Valentyn Ogirenko/File Photo                    GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga selebriti di Tiongkok melepaskan kontrak dengan rumah mode asal Jerman Hugo Boss, salah satu dari sekian banyak merek Barat terkena arus protes akibat tuduhan eksploitasi pekerja yang dilakukan di Xinjiang.

Melansir Reuters, Minggu (28/3/2021), di antara selebritas yang mengakhiri kontrak mereka dengan Hugo Boss adalah aktor-penyanyi Li Yifeng. Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui aplikasi microblog mirip Twitter, Weibo, bahwa dia hanya akan bekerja sama dengan merek yang secara khusus mendukung dan membeli kapas dari wilayah China barat.

Aktivis dan pakar hak asasi PBB menuduh China menggunakan penahanan massal, penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi terhadap orang Uighur di Xinjiang. China menyangkal klaim ini dan mengatakan tindakannya di kawasan itu diperlukan untuk melawan ekstremisme.


Hugo Boss, dalam sebuah posting di akun Weibo-nya pada Kamis mengatakan akan "terus membeli dan mendukung kapas Xinjiang". Tetapi pada hari Jumat disebutkan bahwa itu bukanlah unggahan resmi dan telah dihapus.

Juru bicara perusahaan, Carolin Westermann, mengatakan dalam pernyataan resmi di situsnya bahwa "Sejauh ini, Hugo Boss belum membeli barang yang berasal dari wilayah Xinjiang dari pemasok langsung".

Pada hari Sabtu, akun Weibo Hugo Boss mengeluarkan pernyataan baru yang mengatakan bahwa mereka menghargai semua hubungan jangka panjang dengan mitra di China.

Pengguna internet China menuduh Hugo Boss mundur dari posisinya dan mengatakan bahwa merek itu "bermuka dua", dengan beberapa bersumpah untuk memboikot merek itu untuk selamanya.

"Orang bermuka dua adalah yang paling menjijikkan. Saya akan memboikot Anda selamanya," kata seorang pengguna Weibo.

Amerika Serikat mengutuk protes di Tiongkok yang menentang keputusan sejumlah merek internasional untuk tidak menggunakan kapas dari Xinjiang terkait isu kerja paksa sebagai kampanye yang digerakkan negara ini.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading