Hilang Penciuman Gegara Covid-19? Atasi dengan Cara Ini

Lifestyle - Ellen Gracia, CNBC Indonesia
28 February 2021 18:10
German Minister of Education and Research Anja Karliczek testing her sense of smell during an information visit about coronavirus research at the German Center for Neurodegenerative Diseases (DZNE) in Bonn, Germany, Monday, May 18, 2020. (AP Photo/Martin Meissner, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi hilangya penciuman atau anosmia adalah salah satu gejala yang dialami oleh beberapa penderita virus Corona.

Hal ini ternyata disebabkan oleh virus Corona yang melewati sawar darah otak atau penghalang antara pembuluh darah dan sistem saraf.

Virus yang melewati sawar darah otak tersebut dapat memengaruhi sistem dan jaringan saraf yang berfungsi untuk mendeteksi bau. Virus kemudian akan mengganggu sistem saraf dan menyebabkan hilangnya kemampuan penderita untuk mencium bau.


Meski penderita virus Corona bisa sembuh dari gejala anosmia dalam waktu beberapa hari atau minggu, tetapi ada pula yang kehilangan indra penciuman sampai jangka waktu lama.

Hingga saat ini pun, para peneliti belum menemukan seberapa banyak orang yang kehilangan indera penciumannya secara total.

Akan tetapi, Anosmia dapat berdampak pada kenyamanan penderita dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak dari mereka yang tidak nafsu makan, lantaran tak bisa merasakan makanan yang dikonsumsi.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami Anosmia?

Mengutip detikcom, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anosmia adalah dengan melakukan latihan atau terapi mencium.

Terapi ini dengan cara mengendus bau yang sama secara terus-menerus. Contohnya, mengendus bau parfum favorit secara terus-menerus agar tubuh dapat kembali mendeteksi serta mengidentifikasi bau tersebut.


INFORMASI SELENGKAPNYA >>> KLIK DI SINI


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading