Internasional

Alamak! Cinderella hingga Rapunzel Wajib Pakai Jilbab di Iran

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 February 2021 13:37
Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei speaks at the Hussayniyeh of Imam Khomeini in Tehran, Iran, August 13, 2018. Official Khamenei website/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES Foto: Official Khamenei website/Handout via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan mewacanakan sebuah fatwa baru. Yang mengejutkan, fakta ini akan meminta perempuan tokoh kartun, memakai penutup kepala alias jilbab.

Al-Arabiya yang mengutip kantor berita Tasnim News Agency yang mengutip IranWire mengungkapkan hal ini. Khamenei memaparkan hal tersebut saat ditanya sebuah channel di Telegram, soal apakah pihaknya tengah mengonfirmasi peran jilbab dalam karakter kartun.


"Meskipun mengenakan jilbab dalam situasi hipotetis seperti itu tidak diperlukan, jilbab dalam animasi dibutuhkan karena konsekuensi dari tidak mengenakan jilbab," kata Khamenei dikutip Senin (22/2/2021).

Mengenakan jilbab dan menutupi seluruh bagian tubuh menjadi wajib bagi wanita di Iran sejak Republik Islam itu berdiri di 1979. Wanita yang membiarkan sebagian rambutnya tidak tertutup di depan umum sering menjadi sasaran polisi moralitas, yang dikenal sebagai Gasht-e Irsyad.

IranWire menulis, masih harus dilihat bagaimana fatwa ini akan mempengaruhi film dan serial animasi yang ditayangkan di negara itu. Media itu juga menulis bahwa sebagian ulama dan kelompok agama di Iran menentang pemutaran film dan serial asing di mana wanita tampil tanpa hijab.

Mereka percaya bahwa mereka mendorong wanita untuk melepaskan penutup kepala. Namun, tidak semua pemuka agama percaya bahwa hijab itu wajib di layar.

Meski demikian belum ada komentar resmi dari pemerintah Iran soal ini.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading