Internasional

Jepang Bantah Olimpiade 2021 Batal, Lanjut Meski Pandemi!

Lifestyle - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 January 2021 10:15
The Olympic rings floating on a barge are seen behind cherry blossoms Wednesday, March 25, 2020, in the Odaiba section of Tokyo. Not even the Summer Olympics could withstand the force of the coronavirus. After weeks of hedging, the IOC took the unprecedented step of postponing the world's biggest sporting event, a global extravaganza that's been cemented into the calendar for more than a century. (AP Photo/Jae C. Hong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah Jepang membantah rumor bahwa Olimpiade Musim Panas 2021 yang akan digelar pada Juli mendatang itu batal. Persiapan tengah dilakukan dan diharapkan bisa berjalan dengan baik di tengah pandemi.

Bantahan itu disampaikan Komite Olimpiade Internasional dalam sebuah pernyataan kepada CNN, dikutip Minggu (24/1).

Pemerintah Jepang juga mengatakan sudah diputuskan Olimpiade akan dilanjutkan menyusul laporan yang belum dikonfirmasi soal pembatalan yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.


Pada Jumat, Times of London, sempat mengutip seorang anggota senior yang tidak disebutkan namanya dari koalisi yang berkuasa di negeri itu, melaporkan bahwa pihak berwenang Jepang menyimpulkan Olimpiade tidak dapat dilanjutkan karena pandemi.

CNN belum secara independen memverifikasi laporan ini, tapi telah dibantah oleh para pejabat IOC dan Jepang

"Beberapa pemberitaan yang beredar hari ini mengklaim bahwa pemerintah Jepang secara pribadi telah menyimpulkan Olimpiade Tokyo harus dibatalkan karena virus corona," demikian pernyataan dari IOC.

"Ini tidak benar. Semua pihak yang terlibat bekerja sama untuk mempersiapkan Olimpiade yang sukses musim panas ini."

Dalam sebuah pernyataan, penyelenggara Tokyo 2020 mengatakan bahwa Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga juga telah menyatakan kepada mereka tekadnya untuk mengadakan Olimpiade.

Agenda olahraga besar ini dipastikan tetap berlangsung sambil menerapkan tindakan pencegahan infeksi menyeluruh dan tindakan pencegahan lainnya karena pandemi Covid-19.

"Semua mitra pengiriman kami termasuk pemerintah nasional, Pemerintah Metropolitan Tokyo, Komite Penyelenggara Tokyo 2020, IOC dan IPC sepenuhnya fokus menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas ini," kata pernyataan itu.

"Kami berharap kehidupan sehari-hari dapat kembali normal secepatnya, dan kami akan terus melakukan segala upaya untuk mempersiapkan Olimpiade yang aman dan terjamin."

Berbicara di parlemen Jumat pagi, PM Suga mengatakan Olimpiade "akan menjadi simbol kemanusiaan untuk mengatasi virus corona baru, dan kesempatan untuk menampilkan rekonstruksi Jepang dari gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan (2011) kepada dunia."

"Kami bertekad untuk bekerjasama erat dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo, Komite Penyelenggara Tokyo 2020, dan IOC untuk mewujudkan Olimpiade yang aman dan terjamin," kata Suga.

Pejabat Olimpiade lainnya juga dengan cepat menyangkal klaim yang dibuat oleh Times.

"Sayangnya, saya perlu mengatasi rumor yang tidak berdasar bahwa Tokyo Games akan dibatalkan, rumor yang hanya membuat lebih banyak kecemasan bagi para atlet dalam olahraga kami," kata CEO Komite Olimpiade Australia Matt Carroll kepada wartawan, Jumat.

"Pertandingan Tokyo akan dimulai. Apinya akan dinyalakan pada tanggal 23 Juli 2021. Ini baru saja dikonfirmasi lagi oleh Perdana Menteri Jepang sore ini."

Dalam cuitan di Twitter, Kepala Olimpiade Kanada David Shoemaker mengatakan timnya "tidak mengetahui keputusan apa pun yang diambil oleh pemerintah Jepang seperti yang dilaporkan."

"Komite Olimpiade Kanada yakin bahwa Olimpiade dapat diselenggarakan dengan aman dan sukses mengingat apa yang telah dipelajari dalam olahraga selama beberapa bulan terakhir dan penekanan Komite Penyelenggara IOC dan Tokyo 2020 pada penanggulangan Covid-19," katanya.

"Kami melanjutkan persiapan kami untuk berpartisipasi di Tokyo 2020 dengan fokus pada kesehatan dan keselamatan para atlet kami, keluarga mereka, dan komunitas mereka."

Sebelumnya pada Kamis (21/01), Presiden IOC, Thomas Bach, mengakui belum ada plan B terkait gelaran pesta olahraga yang akan dimulai pada 23 Juli itu.

Sekitar 15.000 atlet internasional diperkirakan akan berkumpul di Tokyo menjelang Olimpiade dan gelaran Paralimpiade, yang akan berlangsung pada 24 Agustus 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading